Kompas.com - 09/02/2018, 19:38 WIB

KOMPAS.com -- Secara umum para pakar menyetujui jika jutaan tahun lalu, ular bukanlah hewan melata yang bergerak merayap seperti sekarang ini. Teori soal evolusi hewan menyebut jika dahulu ular memiliki kaki, dan merupakan bentuk evolusi dari kadal. 

Namun yang jadi pertanyaan hingga kini adalah bagaimana sang ular kemudian bisa kehilangan kakinya dan bertransformasi menjadi bentuk seperti sekarang ini.

Kini untuk kesekian kalinya, penelitian mencoba menguak sejarah evolusi ular dengan menentukan di mana ular purba hidup. Alasannya, sekali bisa mengetahui asal-usul ekologisnya, peneliti dapat mengetahui bagaimana tubuh mereka berubah memanjang tanpa kaki seperti sekarang.

Baca juga : Apakah Ular Layak Dikonsumsi Manusia? Pakar Menjawab

Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Universitas Helsinki, Finlandia, mengungkap bahwa sejarah evolusi ular cukup nyeleneh. Peneliti berpendapat bahwa ular awalnya merupakan kadal yang hidup di permukaan tanah. Mereka lantas berevolusi menjadi ular yang hidup di dalam tanah atau hewan fossorial.

Hal ini bertentangan dengan teori sebelumnya yang menyebutkan jika ular kehilangan kaki mereka saat berada di air, baru kemudian merangkak keluar ke darat beberapa tahun kemudian.

Para peneliti Universitas Helsinki juga berkata bahwa setelah menjalani kehidupan di bawah tanah, ular kemudian melanjutkan untuk menjajah habitat lain, baik itu di darat maupun di laut.

Hasil penelitian yang telah diterbitkan di Nature Communications ini diperoleh setelah para peneliti membandingkan bentuk dan ukuran tengkorak 300 spesies kadal dan ular. Kerangka-kerangka ini mewakili tiap masa perkembangan hewan, mulai dari embrio hingga reptil dewasa.

Da Silva, F.O., Fabre, A.C., Savriama, Y., Ollonen, J., Mahlow, K., Herrel, A., Müller, J., and Di-Poï, N. Bentuk tengkorak ular yang disimpan secara digital

Berbagai sumber ini mereka gunakan mengingat evolusi ular secara historis sulit dipelajari karena kurangnya fosil ular yang terawetkan dengan baik. Fosil ular yang tertua saja hanya berusia 140-170 juta tahun saja.

Penelitian ini juga bisa jadi tindak lanjut dari penemuan sebelumnya. Pada tahun 2015, peneliti dari University of Portsmouth menemukan fosil ular berkaki empat untuk pertama kalinya. Saat itu, peneliti sudah berpikir adanya kemungkinan bahwa ular berevolusi dari kadal penggali bukan dari kadal yang hidup di laut.

Baca juga : Viral Video Ular di Dalam Toilet, Ini Kata Herpetolog

Nah, hasil studi terbaru ini bisa memperkuat pemikiran tersebut. Dari struktur tulangnya, peneliti bisa memprediksi habitat, sementara contoh fosil menunjukkan bahwa nenek moyang ular memiliki tengkorak yang sesuai untuk menggali.

Peneliti percaya bahwa transisi kadal ke ular merupakan hasil seleksi alam ekologis dan morfogenesis bertahap atau proses biologis yang menyebabkan organisme berkembang sesuai dengan bentuknya. Dalam hal ini, tidak berkaki dan panjang.

"Hasil ini menunjukkan pentingnya hubungan antara bentuk tengkorak, fungsi dan perkembangan radiasi ekologis utama ular ke habitat yang berbeda. Temuan ini juga sekaligus menyediakan pemikiran baru untuk memahami asal-usul sejarah evolusi ular," tulis peneliti dalam makalah mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Inverse


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

Oh Begitu
Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Fenomena
Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Oh Begitu
Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Oh Begitu
5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Oh Begitu
Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

Oh Begitu
Apa Makanan Ikan Piranha?

Apa Makanan Ikan Piranha?

Oh Begitu
Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Fenomena
Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Kita
Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Oh Begitu
Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

Oh Begitu
Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.