Kompas.com - 09/02/2018, 09:09 WIB


KOMPAS.com - Belakangan banyak muncul penelitian terkait risiko kesehatan terhadap olahraga. Salah satunya adalah risiko gegar otak seperti yang banyak dialami para atlet.

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Profesor Jacob Resch dari Curry School of Education, Universitas Virginia, mencoba memberi penjelasan yang tidak bias dan menyeluruh terkait dengan perbedaan risiko gegar otak pada atlet pria dan wanita.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Clinics in Sports Medicine pada Oktober 2017 menemukan hal yang mungkin mengejutkan, yakni atlet wanita jauh lebih berisiko mengalami gegar otak dibanding atlet pria juga memiliki gejala yang lebih parah.

Resch dan rekannya menganalisis hampir 160 penelitian terkait gegar otak pada atlet wanita dan pria. Sebagian besar penelitian meneliti telah atlet basket, hoki, dan sepak bola.

Baca juga : Mengapa Ada Orang yang Alergi jika Olahraga? Ini Alasannya

Pengamatannya meliputi tiga tahap gegar otak, yakni sebelum cedera (predisposisi), pada saat cedera, dan pemulihan.

Dari data yang didapat menunjukkan bahwa atlet wanita memiliki frekuensi yang lebih tinggi mengalami gegar otak dibanding atlet pria.

Alasannya masih belum jelas. Peneliti menduga ada kaitannya dengan perbedaan biologis seperti fluktuasi hormon, kekuatan leher, atau kombinasi dari beberapa faktor yang terlibat.

Meski demikian Resch berkata butuh riset mendalam lagi terkait gegar otak saat olahraga dan yang terpenting adalah perawatan kesehatan yang profesional.

"Baik pria maupun wanita akan membawa faktor predisposisi atau gejala terhadap cedera tersebut. Kita masih perlu banyak mempelajari gegar otak, termasuk bagaimana gender berperan menyebabkan cedera. Pada akhirnya gegar otak harus ditangani," kata Resch dilansir dari Medical Xpress, Rabu (7/2/2018).

Sementara itu, Susan Saliba yang seorang profesor kinesiologi Curry School berkata bahwa ada banyak faktor yang dapat memengaruhi seorang atlet mengalami gegar otak dan seberapa cepat pemulihannya. Di antaranya seperti usia, akses terhadap perawatan kesehatan, pengobatan, dan kecemasan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Fenomena
5 Penyebab Perubahan Iklim

5 Penyebab Perubahan Iklim

Fenomena
Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Kita
Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Fenomena
Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Kita
Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Oh Begitu
Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Fenomena
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

Fenomena
Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Fenomena
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.