Kompas.com - 05/02/2018, 18:36 WIB
Probiotik menjadi pilihan baru untuk mencegah infeksi saluran pernapasan. Probiotik menjadi pilihan baru untuk mencegah infeksi saluran pernapasan.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Sebuah penelitian berjudul Dampak Klinis dan Ekonomi Konsumsi Probiotik terhadap Infeksi Saluran Pernafasan, Proyeksi untuk Kanada yang diterbitkan di PLOS One, pada tahun 2016 menemukan bahwa probiotik dapat mencegah terjadinya infeksi saluran pernapasan.

“Masyarakat gencar membuat probiotik sebagai bagian dari makanan sehari-hari atau sebagai suplemen diet. Fakta bahwa probiotik juga bisa dikonsumsi sebagai pencegahan infeksi saluran pernapasan membuatnya semakin penting untuk dikonsumsi,” kata Gregor Reid, Direktur Pusat Mikrobiologi dan Penelitian Probiotik Kanada di Lawson.

Infeksi saluran pernapasan, termasuk influenza, merupakan jenis infeksi menular yang menyerang sinus, tenggorokan, atau saluran pernapasan.

Baca juga : Benarkah Susu Probiotik Bisa Mengurangi Risiko Komplikasi Kehamilan?

Umumnya, penderita infeksi saluran pernapasan diberikan resep antibiotik untuk ditebus ke apotek. Namun menurut Reid, tindakan itu justru salah karena antibiotik tidak hanya mematikan bakteri penyebab infeksi, tetapi juga menghancurkan bakteri baik.

Antibiotik mempunyai efek samping yang serius, yakni menghancurkan bakteri yang sebenarnya bermanfaat bagi tubuh manusia,” katanya.

Kelemahan antibiotik inilah yang mampu dijawab lewat pemberian probiotik. Probiotik adalah “mikroorganisme aktif” yang bila disertakan dalam jumlah yang tepat, akan bermanfaat bagi inangnya. Probiotik juga dapat dikonsumsi dalam bentuk produk, misalnya yogurt.

Baca juga : Alami Trauma Pernapasan, Semua Orang Perlu Periksakan Diri

Para peneliti juga berkata bahwa menjadikan probiotik sebagai pencegahan infeksi saluran pernapasan ikut menyumbang efek positif bagi ekonomi.

Dengan mengonsumsi probiotik secara teratur, para peneliti memprediksi bahwa waktu berlangsungnya infeksi bisa dipangkas hingga 2,3 juta hari per tahun. Lalu, pengunaan probiotik juga diharapkan dapat menekan pemakaian antibiotik sebanyak 52.000 hingga 84.000 resep.

Terakhir dan yang paling penting, penderita infeksi saluran pernapasan di Kanada pun akan berkurang antara 330.000 hingga 500.000.

“Jika kita dapat mengurangi beban infeksi saluran pernapasan. Dengan demikian, pasien dan pembayar pajaklah yang diuntungkan,” pungkas Reid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Fenomena
Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

Oh Begitu
Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Oh Begitu
Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Fenomena
China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

Fenomena
Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Oh Begitu
Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Fenomena
Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Fenomena
Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.