Kompas.com - 02/02/2018, 18:32 WIB
tumor pada tikus berhasil dihilangkan dengan sistem imun tumor pada tikus berhasil dihilangkan dengan sistem imun
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Kanker merupakan salah satu penyakit yang menakutkan bagi banyak orang. Itu karena penyakit ini hampir selalu mematikan bila terjangkit pada seseorang.

Dari alasan tersebut pula, para peneliti terus mengembangkan cara pencegahan dan pengobatan kanker. Salah satunya adalah para peneliti di Stanford University.

Mereka melakukan percobaan dengan menggunakan stimulator kekebalan tubuh yang menargetkan tumor pada tikus. Hasil percobaan ini pun tergolong menggembirakan karena menghilangkan semua jejak kanker.

Untuk percobaan ini, para peneliti menyuntikkan kombinasi dua penguat kekebalan tubuh langsung pada tumor tikus yang padat. Selanjutnya, para peneliti melihat bahwa vaksinasi tersebut berhasil menghilangkan kanker, bahkan metastasis (penyebaran kanker paling awal) yang tidak diobati.

Baca juga: Temuan Baru, Vape Tingkatkan Risiko Kanker

"Ketika kita menggunakan kedua agen ini  bersama-sama, kita melihat penghilangan tumor di seluruh tubuh," ungkap Dr Ronald Levy, penulis senior penelitian tersebut dikutip dari NY Daily News, Kamis (01/02/2018).

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science Translational Medicine ini menjelaskan bahwa ketika sistem kekebalan tubuh mendeteksi sel kanker, maka sel T (kelompok sel darah putih akan menyerang tumor. Sayangnya, seiring waktu, tumor tersebut akan mendapatkan cara untuk mengalahkan sel kekebalan dan terus tumbuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam percobaannya, Levy meremajakan sel T untuk melawan kanker dengan cara menyuntikkan dua penguat kekebalan tubuh tersebut ke dalam tumor limfoma tikus. Sel yang sama kemudian berpindah dari tumor yang dimusnahkan ke kanker yang identik di bagian tubuh lainnya.

Meski berhasil menghilangkan kanker limfoma pada tikus percobaan, tapi sel T tidak beralih ke tumor usus besar yang juga ditemukan pada tubuh hewan tersebut.

"Ini adalah pendekatan yang sangat ditargetkan," ujar Levy.

"Hanya tumor yang berbagi protein target yang menunjukkan dampak terobati. Kami menyerang target spesifik tanpa harus mengidentifikasi dengan tepat protein apa yang dikenali oleh sel T," imbuhnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.