Zulfakriza Z
Peneliti/Dosen
Dosen Teknik Geofisika, FTTM - ITB | Peneliti pada  Kelompok Keahlian Geofisika Global - FTTM - ITB | Pengurus/Anggota Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) 

Gempa Bumi, Mungkinkah Diprediksi?

Kompas.com - 02/02/2018, 18:26 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorAmir Sodikin

NEPEC merupakan sebuah organisasi yang dibentuk pada tahun 1980 di Amerika Serikat yang fungsinya untuk memberikan saran dan rekomendasi kepada Direktur USGS tentang prediksi gempa bumi dan penelitian ilmiah terkait.

NEPEC mengeluarkan pernyaataan bahwa kemungkinan akan terjadi gempa bumi dengan magnitudo sekitar 6,0 sebelum tahun 1993 di Parkfield bagian dekat dari Sesar San Adreas, California.

Pernyataan ini sebagian besar didasarkan pada perulangan kejadian gempa serupa pada tahun 1881, 1901, 1922, 1934 dan 1966. Jackson dan Kagan menjelaskan gempa bumi tersebut tidak terjadi di Parkfield, dan menjadi pembelajaran untuk meninjau kembali parameter dan karakteristik yang digunakan dalam prediksi gempa bumi.

Contoh prediksi gempa bumi di atas memberikan gambaran bahwa usaha untuk memprediksi gempa bumi masih butuh kerja yang tidak sederhana dan perjalanannya yang masih panjang.

Secara ilmu pengetahuan, prediksi gempa secara akurat belum menghasilkan sesuatu yang menggembirakan.

Dalam buku Predicting Earthquake: A Scientific and Technical Evaluation with Implications for Society menjelaskan bahwa penelitian-penelitian dengan tujuan prediksi gempa fokus pada metode prediksi analis empiris dengan menggunakan dua pendekatan umum, yaitu (1) mengedentifikasis karekateristik precursor dari gempa bumi, (2) mengidentifikasikan beberapa jenis kecenderungan dalam geofisika atau pola seismisitas yang mungkin terjadi sebelum gempa besar datang.

Beberapa bulan terakhir beredar pemberitaan terkait dengan prediksi gempa mahadahsyat yang akan melanda Indonesia. Kekuatan gempanya bisa mencapai magitudo 9,5, demikian menurut pernyataan Profesor Ron Haris seorang peneliti dan pakar geologi dari Brigham Young University.

Pernyaatan ini berdasarkan penelitian paleotsunami yang dilakukannya di sepanjang pantai selatan Jawa. Penelitiannya memerikan informasi tentang adanya deposit sisa tsunami purba yang ditemukan di sepanjang pantai selatan Jawa.

Hal ini menandakan bahwa zaman dulu pernah terjadi gempa dahsyat dan membangkitkan gelombang tsunami. Gempa bumi tersebut berpeluang untuk terulang kembali, akan tetapi penjelasan kapan dan dimana tempatnya secara lebih rinci masih tanda tanya besar.

Kecenderungan penelitian-penelitian kegempaan yang bekembang saat ini adalah lebih fokus pada penemuan dan pemetaan sumber gempa bumi serta memahami karakteristiknya dengan lebih baik.

Pemahaman yang baik terhadap sumber gempa bumi akan menjadi masukan penting dalam penyusunan peta bahaya gempa bumi. Tentunya, peta tersebut menjadi acuan untuk mitigasi dan bagian dari upaya pengurangan risiko bencana akibat gempa bumi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Lintah, Hewan Parasit Pengisap Darah

Mengenal Lintah, Hewan Parasit Pengisap Darah

Oh Begitu
Ikan Siput Ini Tidak Beku Meski Berenang di Perairan Sangat Dingin, Apa Rahasianya?

Ikan Siput Ini Tidak Beku Meski Berenang di Perairan Sangat Dingin, Apa Rahasianya?

Fenomena
Di Mana Teks Proklamasi yang Menandai Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali Dibacakan?

Di Mana Teks Proklamasi yang Menandai Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali Dibacakan?

Oh Begitu
3 Cara Menghindari Gigitan Lintah saat Beraktivitas di Luar Ruangan

3 Cara Menghindari Gigitan Lintah saat Beraktivitas di Luar Ruangan

Kita
Burung Pemakan Buah Paling Awal di Bumi, Seperti Apa?

Burung Pemakan Buah Paling Awal di Bumi, Seperti Apa?

Fenomena
Cerita di Balik Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Ini Sejarahnya

Cerita di Balik Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Ini Sejarahnya

Oh Begitu
Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Oh Begitu
Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Oh Begitu
Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Oh Begitu
Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Fenomena
Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Fenomena
Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Kita
Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Oh Begitu
Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.