Inilah Senyawa yang Membedakan Kita dari Primata Lainnya

Kompas.com - 30/01/2018, 17:00 WIB
Cuplikan dalam film Rise of The Planet of the Apes, 2011 Cuplikan dalam film Rise of The Planet of the Apes, 2011
|
EditorGloria Setyvani Putri

KOMPAS.com -- Saat kecil, kita telah diajari bahwa manusia berbeda dengan hewan. Namun, apa yang membuat kita berbeda dari hewan atau bahkan, primata lainnya?

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti Internasional mencoba menjawabnya.

Dalam studi yang sudah diterbitkan di PNAS, Senin (22/1/2018), para peneliti mengungkapkan bahwa perbedaan ini ada pada senyawa dopamin di dalam otak.

Sebagai informasi, senyawa dopamin ditemukan pada manusia dan hewan lain seperti primata. Meski begitu, mereka membuktikan bahwa manusia memiliki jumlah dopamin lebih banyak yang membuat manusia memiliki sikap lebih bersahabat dan tidak agresif dibandingkan makhluk hidup lainnya.

Baca Juga: Benarkah Operasi Sesar Berpengaruh pada Evolusi Manusia?

Senyawa dopamin ini juga membantu manusia untuk saling membantu satu sama lain, membatasi hubungan seksual, dan mengurangi agresi antar kelompok.

" Manusia mempunyai keberhasilan demografi yang luar biasa dibandingkan dengan kerabat terdekatnya dalam sifat sosial, bahasa, empati, dan altruisme (sifat mengutamakan kepentingan orang lain)," kata Owen Lovejoy dari Kent State University di Ohio, dikutip dari Eurekalert, Sabtu (27/1/2018).

Lovejoy melanjutkan, peneliti sekarang memiliki tugas untuk bisa menjelaskan bagaimana dopamin bisa merubah perilaku sosial manusia dan membedakannnya dengan primata lain.

Dalam menjawab tantangan itu, tim peneliti mengumpulkan 38 sampel jaringan otak dari manusia dan beberapa jenis primata seperti monyet capuchin berumbai, kera ekor babi, babun zaitun, gorila, dan simpanse yang semuanya meninggal karena sebab alami.

Peneliti berfokus pada bagian striatum otak yang berfungsi memilah pesan untuk gerakan otot, pembelajaran, dan perilaku sosial.

Mereka mengamati senyawa kimia pada jaringan otak yang merespons sel saraf penghubung yang berbeda untuk melihat jumlah kadar dopamin, serotonin, dan neuropeptida Y. Semua sel penghubung saraf itu terkait dengan perilaku sosial dan kerja sama.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X