Kompas.com - 29/01/2018, 20:35 WIB
Ilustrasi bulan purnama. ThinkstockphotosIlustrasi bulan purnama.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com — Jangan lupa untuk melingkari tanggal 31 Januari 2018 pada kalender Anda. Sebab, seperti dalam pemberitaan Kompas.com sebelumnya, di akhir bulan Januari nanti akan terjadi fenomena bulan superlangka yang dapat dilihat di langit Indonesia.

Ini merupakan puncak dari fenomena yang disebut NASA trilogi supermoon. Supermoon pertama pada Minggu (3/12/2017), yang kedua pada Senin (1/1/2018), dan puncaknya akhir bulan Januari nanti.

Puncak trilogi supermoon yang jatuh pada Rabu (31/1/2018) adalah fenomena bulan superlangka, yang terakhir terjadi pada 31 Maret 1866 atau 152 tahun lalu.

Sangat langka dan sangat spesial karena dalam satu malam, ada tiga fenomena bulan yang terjadi. Gabungan ketiga peristiwa luar angkasa yang sangat langka itu adalah supermoon ekstrabesar, blue moon atau bulan biru, dan gerhana bulan total. NASA menjulukinya sebagai super blue blood moon.

Baca juga: Fenomena Supermoon Biru Sekaligus Gerhana Akan Terlihat di Indonesia

Sebagai informasi, sebutan bulan biru tersebut mengacu pada bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan.

Seperti diberitakan Express, Jumat (26/1/2018), pada fenomena gabungan langka nanti, bulan sedang memasuki fase supermoon, di mana bulan berada di posisi paling dekat dengan bumi dalam orbitnya sehingga membuat bulan terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang daripada biasanya.

NASA mengungkapkan bahwa dua hari lagi, bulan akan berada di 223.068 mil dari bumi atau bukan di titik biasanya, yaitu 238.855 mil.

Saat gerhana terjadi, cahaya bulan tersaring oleh atmosfer bumi yang membuat cahaya putih memantul jauh dari bulan sehingga cahaya merah atau jingga yang menyerupai warna merah darah tecermin di bulan.

"Kami melihat semua matahari terbit dan terbenam pada saat itu tecermin dari permukaan bulan," kata Sarah Noble, seorang ilmuwan program di markas NASA.

Baca juga: Mengapa Ada 2 Supermoon pada Januari 2018? Ini Penjelasannya

Dalam pemberitaan yang diterbitkan Space, Jumat (19/1/2018), diperkirakan selama 76 menit bulan benar-benar tenggelam dalam bayang-bayang gelap bumi. Saat itu, matahari, bulan, dan bumi akan sejajar.

Super blue blood moon yang akan terjadi 31 Januari 2018 Super blue blood moon yang akan terjadi 31 Januari 2018

 
Pemandangan terbaik untuk gerhana bulan tersebut adalah pada tengah malam di wilayah Asia tengah dan timur, Indonesia, Selandia Baru, dan Australia. Belahan bumi lain, seperti Alaska dan Hawaii, juga akan menyaksikan pemandangan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber SPACE.COM
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.