Kompas.com - 24/01/2018, 17:26 WIB
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Penemuan spesies baru mungkin bukanlah sesuatu yang istimewa dalam dunia sains. Tapi temuan spesies baru di Ekuador dan Panama, Amerika Selatan ini tetap mencuri perhatian.

Pasalnya hewan yang ditemukan tersebut adalah kelelawar bermuka anjing. Tak hanya satu, melainkan dua spesies langsung.

Sebenarnya, kelelawar bermuka anjing bukan pertama kali ditemukan. Selama lebih dari 50 tahun, para ilmuwan percaya hanya ada 6 spesies kelelawar bermuka anjing.

Dengan ditemukan kedua spesies baru ini, maka jumlah spesies unik itu sekarang menjadi 8. Kedua spesies baru tersebut adalah kelewar bemuka anjing Freeman (Cynomops freemani) dan kelelawar bermuka anjing Waorani (Cynomops tonkigui) yang ditemukan pada 2012.

Baca juga: Inilah Sosok Moyang Kelelawar yang Bertubuh Raksasa dan Bisa Merangkak

Menemukan kedua spesies ini bukanlah perkara mudah. Itu karena kelelawar bermuka anjing diketahui terbang dengan sangat cepat sehingga sulit ditangkap dan dipelajari.

Tak kehabisan akal, para peneliti menggunakan jaring kabut khusus untuk menangkap kelelawar ini. Dengan alat itu, mereka berhasil menangkap 56 kelelawar berwajah anjing Freeman.

Kelelawar C.freeman Kelelawar C.freeman

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Mammalian Biology ini juga menjelaskan bahwa para peneliti sempat merekam panggilan yang mereka gunakan untuk echolocation (pengunaan suara yang dipantulkan untuk mendeteksi kondisi lingkungan sekitar). Panggilan tersebut biasanya digunakan oleh kelelawar ini untuk mencari mangsa.

Meski berhasil menangkap kedua spesies baru itu, para peneliti tak langsung tahu bahwa keduanya adalah spesies berbeda.

"Semua kelelawar genus Cynomops (kelelawar bermuka anjing) terlihat mirip satu sama lain," ungkap Thomas Sattler, mahasiswa postdoctoral di University of Ulm, Jerman dikutip dari Smithsonian Insider, Senin (15/01/2018).

"Setelah mengkarakterisasi bentuk tubuh dari 242 ekor kelelawar bermuka anjing dari koleksi museum di seluruh Amerika dan Eropa, membandingkan DNA, dan menambahkan pengamatan lapangan termasuk rekaman suara, kami menganggap ada 8 spesies dalam kelompok ini, dua di antaranya baru dalam sains," kata Ligiane Moras, penulis utama penelitian ini.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.