Siapa Sangka, Einstein Ternyata Pernah Lakukan 3 Kekeliruan Fatal

Kompas.com - 18/01/2018, 08:06 WIB
Albert Einstein. BBCAlbert Einstein.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Dalam dunia ilmu pengetahuan, seorang ilmuwan akan meneliti dan menguji sebuah ide. Kadang penelitian berjalan mulus, tetapi sering juga ada kesalahan. Saat ada kesalahan, ilmuwan akan mencari pendekatan berbeda untuk memecahkan masalahnya.

Tanpa mengabaikan jasa Albert Einstein untuk dunia ilmu pengetahuan, ada tiga kekeliruan besar yang pernah dialami oleh pencipta teori relativitas tersebut.  Apa saja itu?

Kekeliruan besar pertama yang diakui oleh Einstein sendiri adalah menambahkan cosmological constant atau konstan kosmologis ke dalam teori Relativitas Umum. Sebetulnya tujuan Einsten menambahkan teori itu adalah untuk menjelaskan bagaimana meskipun alam semesta itu statis dan tidak berubah, tetapi dalam perumusannya sangat dinamis.

Namun, ternyata alam semesta berkembang dengan kecepatan yang selalu bertambah. Menurut ilmuwan modern, konstan yang dimaksud Einstein mungkin adalah energi gelap dalam perluasan alam semesta, sebuah konsep yang masih menjadi perdebatan.

Baca Juga: Einstein, Zuckerberg, dan Misteri Mentalitas Generasi Medsos

Kekeliruan kedua adalah terkait mekanika kuantum.

Peran Einstein dalam perkembangan salah satu bidang ilmu fisika yang menggambarkan perilaku partikel subatomik ini memang tidak terbantahkan. Makalah pada tahun 1905 tentang efek fotolistrik membuat Einstein mendapat Hadiah Nobel dan teorinya tersebut memiliki dampak kuat pada perkembangan mekanika kuantum.

Namun, ternyata Einstein tidak menyukai mekanika kuantum karena berisi ide-ide aneh yang susah dibuktikan dan kesimpulan akhir yang menyebut bahwa alam semesta tidak teratur dan penuh ketidakpastian.

Diceritakan dalam buku Einstein's Greatest Mistake karya David Bodanis, Einstein juga mengakui tidak terkesan dengan gagasan Werner Heisenberg, Niels Bohr, atau ide Erwin Schrodinger dan kucingnya.

Baca Juga: Surat Einstein kepada Roosevelt, Kisah Dokumen yang Mengubah Dunia

Kekeliruan Einstein terakhir adalah menarik prediksi yang dibuatnya pada tahun 1916 tentang teori gelombang gravitasi.

Gelombang gravitasi adalah getaran di dalam ruang dan waktu yang disebabkkan kejadian ruang besar seperti pergerakan bintang neutron atau lubang hitam. Peristiwa supernova atau tabrakan lubang hitam diyakini menimbulkan gelombang gravitasi terkuat.

Akan tetapi, Einstein kesulitan untuk memperkirakan kekuatan mulai pesimis dan meragukan keberadaan lubang hitam. Dia bahkan pernah mengajukan sebuah makalah untuk menarik kembali teorinya sekitar tahun 1936, tetapi ditolak.

Dikutip dari Big Think, Selasa (16/1/2018),  pada tahun 2015 para ilmuwan berhasil membuktikan kesalahan Einstein dalam meragukan teorinya. Mereka mendeteksi gelombang gravitasi untuk kali pertama, 100 tahun setelah ramalan Einstein dibuat. Para ilmuwan yang terlibat kemudian dianugerahi Hadiah Nobel untuk penemuan mereka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Big think
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X