Kompas.com - 11/01/2018, 09:09 WIB
Pasangan suami istri kembar identik asal China ini kerap membuat kerabat dan teman mereka salah mengidentifikasi. MirrorPasangan suami istri kembar identik asal China ini kerap membuat kerabat dan teman mereka salah mengidentifikasi.
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

"Jika, dalam kelompok gen ini, penanda epigenetik terbentuk sebelum embrio terbagi menjadi dua, maka penanda akan sama pada kedua individu kembar," ujar Waterland.

Baca juga: Bayi Kembar Identik Lahir Terpisah Karena Satu Plasenta

"Pada intinya, kedua kembar mewarisi memori molekul intim dari warisan perkembangan bersama mereka sebagai individu tunggal. Di sisi lain, gen di mana penanda epigenetik ditetapkan setelah pemisahan embrio dapat memiliki perbedaan epigenetik yang lebih besar antara orang kembar," sambungnya.

Seperti yang telah disebutkan, para peneliti juga tertarik untuk melihat bagaimana risiko kanker pada kembar identik dengan kemiripan epigenetik ini. Mereka menguji apakah penanda epigenetik mungkin memengaruhi risiko kanker.

Mereka kemudian bekerja sama dengan ahli epidemiologi kanker yang menjalankan Cancer Council Victoria's Melbourne Collaborative Cohort Study di Melbourne, Australia.

"Dengan menganalisis sampel DNA darah perifer dari orang dewasa sehat dalam penelitian, kami telah dapat menunjukkan bahwa metilasi pada gen epigenetik secara supersimilar dikaitkan dengan risiko mengembangkan beberapa jenis kanker, termasuk kanker paru-paru, prostat dan kolorektal," kata Dr. Roger Milne, associate professor dan kepala Epidemiologi Kanker di Cancer Council Victoria.

Studi ini menunjukkan bahwa pada tingkat epigenetik, kembar identik lebih mirip satu sama lain daripada yang sebelumnya diketahui.

"Temuan kami harus segera melakukan evaluasi ulang terhadap studi genetik sebelumnya mengenai anak kembar. Selama beberapa dekade, para peneliti telah mempelajari kembar identik secara genetik untuk memperkirakan proporsi risiko penyakit apa yang ditentukan oleh gen seseorang," kata Waterland.

"Sejauh mana supersimilaritas epigenetik mempengaruhi risiko penyakit, seperti yang ditunjukkan oleh hasil kami, perkiraan risiko genetik berdasarkan studi kembar telah meningkat," sambungnya.

Baca juga: Ibu yang Melahirkan Bayi Kembar Lebih Panjang Umur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.