Kompas.com - 11/01/2018, 09:09 WIB
Pasangan suami istri kembar identik asal China ini kerap membuat kerabat dan teman mereka salah mengidentifikasi. MirrorPasangan suami istri kembar identik asal China ini kerap membuat kerabat dan teman mereka salah mengidentifikasi.
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Kembar identik memiliki kemiripan wajah dan bahkan bentuk tubuh yang sama persis. Tapi ternyata kemiripan kembar identik tak sampai di situ saja.

Baru-baru ini, sekelompok peneliti international telah menemukan bahwa kembar identik tak hanya berbagi gen yang identik, tapi juga punya kemiripan molekuler. Hal ini mempengaruhi karakteristik biologis mereka.

Para peneliti juga mengusulkan mekanisme untuk menjelaskan tingkat kesamaan molekuler tersebut dan menunjukkan bahwa hal itu terkait dengan risiko kanker di masa depan. Temuan ini kemudian dipublikasikan dalam jurnal Genome Biology.

"Karakteristik seseorang tidak hanya bergantung pada gen yang diwarisi dari orang tua tapi juga pada epigenetika, yang mengacu pada mekanisme molekuler yang menentukan gen mana yang akan diaktifkan atau dimatikan di beberapa tipe sel berbeda," kata Dr Robert A. Waterland, penulis senior penelitian ini dikutip dari Science Daily, Selasa (09/01/2018).

Baca juga: Walau Beda Kota, Kembar Identik Melahirkan di Hari dan Jam yang Sama

"Jika kita melihat DNA seseorang sebagai perangkat keras komputer, maka Epigenetika adalah perangkat lunak yang menentukan apa yang dapat dilakukan komputer," sambung profesor pediatri nutrisi di USDA/ARS Children's Nutrition Research Center dan Texas Children's Hospital tersebut.

Epigenetika sendiri adalah ilmu tentang cara di mana berbagai mekanisme molekuler memengaruhi cara gen diekspresikan. Umumnya, epigenetika dipengaruhi oleh lingkungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun dalam penelitiannya, Dr Waterland memusatkan perhatian pada sebuah penanda epigenetika yang stabil dan ada pada semua tipe sel, yang disebut "epiallesles metastabil" atau MEs. Tim ini juga mempelajari salah satu penanda yang diperkirakan memainkan peran penting dalam perkembangan kanker, yaitu kelompok kimia metil.

"Kami memperkirakan bahwa pola tag metil yang ditambahkan pada epialleles metastabil sama acaknya dengan kembar identik dan kembar fraternal," kata Waterland.

"Sebaliknya, kami menemukan bahwa pola metilasi cocok hampir sempurna pada kembar identik, tingkat kemiripan yang tidak dapat dijelaskan oleh si kembar yang berbagi DNA yang sama. Kami menyebut fenomena ini sebagai 'supersimilaritas epigenetik'," imbuhnya.

Diketahui bahwa kembar identik berasal dari satu sel telur yang dibuahi, disebut zigot, yang kemudian terbelah di rahim untuk membentuk dua individu berbeda yang memiliki genom identik. Selanjutnya peneliti menguji model sederhana untuk menjelaskan kemiripan epigenetik ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.