Kompas.com - 06/01/2018, 20:33 WIB
ilustrasi hutan China ilustrasi hutan China
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Perubahan iklim terus menunjukkan dampaknya. Banyak negara dunia mulai berupaya memperbaiki hal ini.

Salah satu yang menunjukkan upaya nyata adalah China. Ini dibuktikan dengan rencana negara tersebut untuk menanam hutan baru pada 2018 ini.

Tak tanggung-tanggung, China berencana menanam hutan baru kira-kira seukuran Irlandia. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan hutan China menjadi 23 persen dari total lahan mereka pada akhir dekade ini.

Penanaman pohon telah menjadi bagian penting dari upaya negeri tirai bambu tersebut untuk memperbiki lingkungan dan mengatasi perubahan iklim. Pemerintah China sendiri telah berjanji untuk meningkatkan cakupan hutan dari total 21,7 persen menjadi 23 persen selama periode 2016 hingga 2020.

Baca juga : Pakai Lintah, Ilmuwan Ingin Jaga Hutan Papua Niugini Tetap Lestari

Zhang Jianlong, Kepala Administrasi Kehutanan Nasional di negara tersebut menyebut bahwa China berencana menanam setidaknya 6,66 juta hektar hutan baru tahun ini.

Selama lima tahun terakhir, China memang telah menumbuhkan hutan baru seluas 33,8 juta hektar. Angka tersebut meningkatkan luas hutan negara menjadi 208 juta hektar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"China berada di posisi teratas dunia dalam kawasan hutan yang baru tumbuh selama lima tahun terakhi. Kami bertujuan untuk menanam 6,66 juta hektar lagi tahun ini," ungkap Zhang dikutip dari China Daily, Jumat (05/01/2018).

Zhang juga menyebut tiga hutan nasional baru dengan luas total 483.000 hektar akan dibangun di zona pengembangan Xiongan baru di Provinsi Hebei.

Dilansir dari Reuters, Jumat (05/01/2018), Hebei merupakan wilayah dengan tingkat polusi yang besar. Wilayah yang mengelilingi ibukota Beijing tersebut juga telah berjanji untuk meningkatkan kawasan hutannya menjadi 35 persen pada akhir 2020.

China merupakan negara yang harus menghidupi populasi rakyatnya menggunakan hany 7 persen lahan subur dunia. Nagara ini telah lama berjuang untuk mencapai keseimbangan antara pertumbuhan industri, memaksimalkan produksi pangan, dan melindungi lingkungannya.

Karenanya, pemerintah China saat ini sedang mempromosikan program "jalur ekologis" yang akan memaksa provinsi dan daerah untuk membatasi "pembangunan irasional" dan mengurangi pembangunan di dekat sungai, hutan, serta taman nasional.

Baca juga: Dulu Hutan seperti Kalimantan, Mengapa Antartika Kini Jadi Benua Es?

Kementerian lingkungan hidup China mengatakan pada Desember 2017 lalu, 15 provinsi telah menyusun rencana terkait pengembangan kawasan hutan. Sedangkan 16 provinsi lainnya akan melakukannya pada tahun ini.

Sayangnya, belum jelas dampak kebijakan ini terhadap lahan pertanian di negara tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Oh Begitu
3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

Fenomena
Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Fenomena
T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

Fenomena
Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Oh Begitu
7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X