Kompas.com - 04/01/2018, 21:32 WIB
Siphusauctum lloydguntheri. adalah fosil yang disebut-sebut mirip bunga tulip Siphusauctum lloydguntheri. adalah fosil yang disebut-sebut mirip bunga tulip
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

Hewan penyaring ini merupakan hewan kedua yang ditemukan dalam genusnya. Siphusauctum pertama ditemukan di luar Burgess Shale, tempat terdapat banyak fosil di Batuan Kanada.

Baca juga: Organ Mata Tertua Ditemukan pada Fosil Berusia 530 Juta Tahun

"Apa yang hewan ini lakukan adalah menyaring air untuk mendapatkan makanan, seperti mikro-plankton," ungkap Kimmig.

"Masalahnya, di mana lokasi hewan ini berada, kami hanya menemukan spesimen tunggal selama 60 tahun di daerah tersebut," sambungnya.

Kimmig menyebut belum diketahui apakah hewan tersebut hidup secara soliter atau jatuh dari kelompoknya.

"Sulit menjelaskan suatu spesimen tunggal. Ada ganggang yang ditemukan tepat di sebelahnya, jadi kemungkinan diangkut ke sana. Alga yang ditemukan bersama fosil itu adalah alga planktonik yang mengambang sendiri," kata Kimmig.

"Itu bisa saja jatuh tepat di sebelahnya - tapi itu akan menjadi kebetulan besar - karena itulah mengapa kita berpikir fosil ini terlepas dari tempat lain dan bercampur dengan alga," imbuhnya.

Menurut para peneliti, tidak ada spesies modern yang diklaim sebagai keturunan fosil ini. Tapi Kimmig mengatakan ada beberapa contoh hewan kontemporer yang memiliki kesamaan.

"Hal yang paling dekat dari gaya hidupnya (tapi bukan kerabat) adalah crinoid atau yang biasa disebut dengan lili laut," ungkapnya.

Baca juga: Fosil Nenek Moyang Luruskan Asal-usul Jerapah yang Membingungkan

"Sayangnya, kemungkinan tidak ada kerabat Siphusauctum lagi saat ini. Kami memiliki ribuan fosil serupa di Burgess Shale, tapi sulit untuk mengidentifikasi apa sebenarnya hewan ini. Mungkin ini terkait dengan entoprocts modern, yang lebih kecil, tapi sulit mengatakan apakah keduanya saling terkait," sambungnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Futurity

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.