Dari Tes DNA, Peneliti Klaim Penghuni Mula Amerika Berasal dari Asia

Kompas.com - 04/01/2018, 12:30 WIB
Ilustrasi ilmiah tentang kamp Sungai Sun Upward, tempat sisa-sisa anak purba ditemukan dan membuka pengetahuan siapa penduduk asli Amerika Ilustrasi ilmiah tentang kamp Sungai Sun Upward, tempat sisa-sisa anak purba ditemukan dan membuka pengetahuan siapa penduduk asli Amerika
|
EditorYunanto Wiji Utomo


KOMPAS.com -- Belum lama ini para ilmuwan dari Universitas Cambridge telah menemukan fosil yang disebut sangat menakjubkan di Alaska.

Mereka menemukan dua fosil bayi yang merupakan bukti kuat tentang migrasi pertama kali yang dilakukan orang Asia Timur ke Amerika Utara.

Selain migrasi pertama kali, para ilmuwan juga mengklaim temuannya itu adalah penduduk asli tertua di Amerika.

"Ini mewakili keturunan tertua penduduk asli Amerika yang sejauh ini ditemukan. Ini adalah fakta bahwa kelompok dari fosil ini lebih tua dari semua penduduk asli Amerika lainnya dan yang menempati Amerika untuk pertama kalinya," kata salah satu peneliti, Profesor Eske Willerslev, ahli genetika evolusioner dari Universitas Cambridge, dilansir dari The Independent, Rabu (3/1/2018).

Baca Juga : Segel Kuno Berusia Ribuan Tahun di Yerusalem, Apa Keunikannya?

Hal itu diketahui para ilmuwan setelah mereka melakukan tes DNA untuk menyelidiki genetika anak tersebut.

Temuan yang sudah diterbitkan dalam jurnal Nature pada Rabu (3/1/2018) menunjukkan bahwa kemungkinan Alaska sudah memiliki penduduk sejak 25.000 tahun lalu. Ini berarti 10.000 tahun lebih awal dari yang diperkirakan para arkeolog selama ini.

Para ilmuwan menyebut, temuan baru ini berasal dari populasi Beringian kuno.

Sisa-sisa bayi yang disebut "Xach'itee'aanenh T'eede Gaay" yang artinya "anak perempuan matahari" terbit memberi wawasan baru bagi profesor Willerslev dan koleganya tentang prasejarah Amerika.

Kedua bayi itu diprediksi hidup 11.500 tahun lalu di situs yang dikenal sebagai Upward Sun River (USR) di Alaska.

"Informasi baru ini akan membantu kita menampilkan gambaran prasejarah asli orang Amerika yang lebih akurat. Ini lebih kompleks dari yang kita duga." kata Dr Ben Potter, seorang antropolog dari University of Alaska Fairbanks yang terlibat dalam penelitian.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X