Fenomena dan Misteri Langit yang Mungkin Akan Terungkap tahun 2018 - Kompas.com

Fenomena dan Misteri Langit yang Mungkin Akan Terungkap tahun 2018

Kompas.com - 03/01/2018, 12:20 WIB
Ilustrasi kelahiran tata surya bintang empat beserta cincin debu yang di kemudian hari akan menjelma menjadi planet. NASA/Caltech/UCLA Ilustrasi kelahiran tata surya bintang empat beserta cincin debu yang di kemudian hari akan menjelma menjadi planet.

KOMPAS.com - Rutinitas kita selama hidup di Bumi sepertinya mudah ditebak dan itu-itu saja, datar. Jangan resah, ada tujuh kejadian luar biasa dan menakjubkan yang akan terjadi pada 2018 nanti.

Setidaknya fenomena alam di 2018 akan menjadi warna indah dalam hidup kita.

Gerhana

Tidak ada gerhana matahari total pada 2018. Namun, ada dua gerhana bulan dan tiga gerhana matahari sebagian yang berpotensi diamati.

Dari sekian gerhana itu, gerhana bulan total pada 31 Januari 2018 merupakan yang terbaik bagi warga Indonesia. Sebabnya, gerhana bisa diamati di semua tempat dan selurug fase.

Gerhana bulan tptal pada 27 Juli 2018 berpotensi diamati oleh warga Aceh. Sesuai prediksi NASA, di wilayah Indonesia lain, gerhana bertepatan dengan tenggelamnya bulan. Jadi, hanya sebagian kecil tahapan gerhana yang bia diamati.

Hujan meteor

Anda bisa mengambil beberapa foto spektakuler dari fenomena hujan meteor Perseid. Puncaknya akan terjadi pada 12-13 Agustus dengan maksimal 60 meteor per jam.

Kedua adalah hujan meteor Geminid, yang akan memuncak 13-14 Desember sampai 120 meteor per jam.

Apabila ingin melihat agenda hujan meteor lainnya, Anda hanya tinggal melihat kalendernya di link ini  atau di sini 

Baca Juga: Dari Langit, Tampak 400 Struktur Misterius di Arab Saudi, Apakah Itu?

Dua lubang hitam yang berada pada jarak 1,3 miliar tahun cahaya menjadi satu, menghasilkan gelombang gravitasi yang terdeteksi instrumen LIGO. Gelombang gravitasi itu membuktikan kebenaran teori Einstein. Sky News Dua lubang hitam yang berada pada jarak 1,3 miliar tahun cahaya menjadi satu, menghasilkan gelombang gravitasi yang terdeteksi instrumen LIGO. Gelombang gravitasi itu membuktikan kebenaran teori Einstein.

Wahag Lubang Hitam

Selama ini, ilmuwan mengenal event horizon, bisa diibaratkan seperti pintu gerbang ke lubang hitam. Jika telah memasukinya, maka apapun takkan bisa kembali.

Ilmuwan sebelumnya menggelar pengamatan lima malam pada lubang hitam Sagitariu A. Tahun ini, foto "point of no return" lubang hitam itu mungkin akan diperoleh.

Misteri Bulan

Tahun 2018, sejumlah negara menargetkan bulan sebagai target eksplorasi. India akan mengirim misi ke bulan untuk pertama kalinya.

SpaceX juga berencana melakukan misi yang sama dengan dua warga sipil di pesawat ruang angkasa.

Kemudian, China akan mengirim Chang'e 4 dan Chang'e 5 yang bakal mengeksplorasi sisi gelap bulan.

Ada juga Google Lunar XPrize, kompetisi bagi entitas swasta memasang robot di bulan. Banyak pengetahuan baru tentang bulan yang mungkin akan terungkap.

Teka-teki Asteroid

Masih ingat dengan misi Rosetta dan Philae, roket penyelidik (Philae) dan pesawat (Rosetta) yang mempelajari komet 67P/Churyumov–Gerasimenko?

Tahun 2018 ini, dua misi asteroid akan mencapai targetnya. 

Pada bulan Juni, JAXA's Hayabusa 2 milik Jepang yang diluncurkan pada tahun 2014, akan bertemu dengan asteroid Ryugu, sebuah asteroid dekat Bumi dengan kombinasi langka antara tipe C dan tipe G.

Kemudian, bulan Agustus, OSIRIS-REx NASA akan bertemu dengan asteroid dekat Bumi, Bennu.

Tidak diragukan lagi peristiwa ini menarik untuk ditunggu hasilnya. Jaxa's Hayabusa 2 akan kembali pada tahun 2020 dan OSIRIS-REx pada tahun 2023. Hal tersebut menjadi harta karun bagi ilmu pengetahuan. Sungguh menakjubkan.

Baca Juga: Terungkap, Inilah Rencana Penyelamatan Bumi dari Serangan Asteroid

Ilustrasi asteroidpuchan Ilustrasi asteroid

Kembang api semesta

Awal tahun ini, entah kapan, sebuah pulsar akan melintas melewati salah satu bintang paling terang di galaksi kita.

Pulsar akan melalui cakram dari gas dan debu yang mengelilingi bintang dan memancarkan cahaya 15 kali massa matahari dan 10.000 kali lebih cerah dari matahari.

Saat itu terjadi, fenomena kembang api kosmos akan terjadi. Itu akan membantu peneliti mengukur massa, gravitasi, medan magnet, angin bintang dan sifat cakram.

Penelitian planet Merkurius

Tahun ini misi Cassini akan berkahir dan misi Juno sedang mempelajari Jupiter. Masih akan ada banyak misi untuk mempelajari planet lainnya.

2018, ESA dan JAXA meluncurkan misi gabungan mereka - BepiColombo, yang akan menyelidiki Merkurius.


EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar
Close Ads X