Peneliti Ungkap Blueberry Dapat Bantu Pengobatan Kanker Serviks

Kompas.com - 31/12/2017, 17:00 WIB
Buah blueberry tidak hanya mengandung antoksidan yang tinggi tapi juga baik untuk kulit dan mencegah kanker. Buah blueberry tidak hanya mengandung antoksidan yang tinggi tapi juga baik untuk kulit dan mencegah kanker.
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Kanker serviks selalu menjadi penyakit paling menakutkan bagi para wanita. Salah satu perawatan untuk penyakit ini umumnya menggunakan radiasi.

Sayangnya, perawatan ini menimbulkan sejumlah efek samping bagi tubuh pasien. Itu karena terapi ini tidak hanya menghancurkan sel kanker, tapi juga menghancurkan sel sehat terdekat.

Para ilmuwan kemudian mencari cara untuk mengurangi hal ini. Salah satu yang melakukan penelitian tentang hal tersebut adalah para peneliti dari Misouri University (MU) School of Medicine.

Mereka mempelajari jaringan sel kanker manusia di dalam laboratorium untuk menunjukkan bahwa penggabungan ekstrak blueberry dengan radiasi dapat meningkatkan keefektifan pengobatan.

Baca juga: Pakai Sperma, Inilah Cara Baru Obati Kanker Serviks

"Terapi radiasi menggunakan Sinar X berenergi tinggi dan partikel lainnya seperti sinar gammar ditujukan untuk menghancurkan sel kanker," kata Yujiang Fang, M.D., Ph.D, penulis utama penelitian ini dikutip dari Science Daily, Jumat (29/12/2017).

"Untuk beberapa jenis kanker, seperti kanker serviks stadium akhir, radiasi adalah pilihan terapi pengobatan yang baik. Namun, kerusakan jaringan sel sehat selalu terjadi. Berdasarkan penelitian sebelumnya, kami mempelajari ekstrak blueberry untuk memastikannya dapat digunakan sebagai radiosensitizer," sambung profesor tamu di MU School of Medicine tersebut.

Radiosensitizer sendiri adalah senyawa kimia tidak beracun yang membuat sel kanker lebih responsif terhadap terapi radiasi. Pada penelitian sebelumnya, Fang dan timnya mendapati bahwa senyawa resveratrol dalam anggur merah dapat digunakan sebagai radiosensitizer kanker prostat.

Selain anggur merah, buah yang memiliki senyawa ini adalah blueberry.

"Selain resveratrol, blueberry juga mengandung flavanoid. Flavonoid adalah senyawa kimia yang memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan anti-bakteri," ungkap Fang.

Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan garis sel kanker serviks untuk meniru perawatan klinis. Garis sel dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol, kelompok yang hanya menerima radiasi, kelompok yang hanya menerima ekstrak blueberry, dan kelompok yang menerima radiasi sekaligus ekstrak blueberry.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X