Kompas.com - 22/12/2017, 21:25 WIB
This picture taken on November 8, 2016 shows Andatu, a Sumatran rhino, one of the rarest large mammals on earth, at the Rhino Sanctuary at Way Kambas National Park in eastern Sumatra.
There are no more than 100 left on the entire planet and Andatu -- a four-year old male -- is one of the last remaining hopes for the future of the species. He is part of a special breeding programme at Way Kambas National Park in eastern Sumatra that is trying to save this critically endangered species from disappearing forever.
 / AFP PHOTO / GOH CHAI HIN GOH CHAI HINThis picture taken on November 8, 2016 shows Andatu, a Sumatran rhino, one of the rarest large mammals on earth, at the Rhino Sanctuary at Way Kambas National Park in eastern Sumatra. There are no more than 100 left on the entire planet and Andatu -- a four-year old male -- is one of the last remaining hopes for the future of the species. He is part of a special breeding programme at Way Kambas National Park in eastern Sumatra that is trying to save this critically endangered species from disappearing forever. / AFP PHOTO / GOH CHAI HIN
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Kabar duka kembali tersiar dari spesies badak Sumatera. Kali ini badak betina Sumatera yang masih bertahan di Malaysia sedang sakit parah.

Tepatnya, badak tersebut menderita tumor di rahimnya. Seorang pejabat satwa liar pada Rabu (20/12/2017), mengatakan bahwa para dokter hewan sedang berlomba menyelamatkan makhluk langka itu.

Iman adalah satu dari dua badak Sumatera yang diketahui masih hidup di Malaysia. Ia tinggal di sebuah suaka margasatwa di Kalimantan.

Di tempat tersebut, Iman menjalani program penangkaran dengan badak jantan terakhir yang masih bertahan bernama Tam.

Baca juga: Kisah Badak Sumatera Berjuang dari Kepunahan Selama 10.000 Tahun

Sayangnya, badak betina yang ditangkap beberapa tahun lalu di sebuah lembah hutan kini mengalami pendarahan hebat akibat tumor tersebut, tutur Augustine Tuuga, direktur Sabah Wildlife.

Sebelum diketahui mengalami pendarahan, Iman muncul setelah berkubang lumpur di belakang negara bagian Sabah. Salanjutnya ita dirawat oleh para dokter berpengalaman.

Augustine mengatakan Iman saat ini hanya mau minum dan menolak untuk makan.

"Kami berharap bisa mengobati penyakitnya," ungkap Augustine dikutip dari AFP, Rabu (20/12/2017).

Ternyata, Iman telah menderita penyakit yang sama di masa lalu. Tapi, menurut Augustine, para dokter dapat mengatasinya dengan lebih mudah sebelumnya.

Ini menambah daftar panjang meninggalnya badak Sumatera di lokasi tersebut. Pada Juni 2017, badak betina lain telah meninggal akibat kanker kulit.

Badak Sumatera dalam spesies badak terkecil dan satu-satunya badak Asia dengan dua tanduk. Namun spesies ini telah dinyatakan punah di alam liar Malaysia sejak 2015.

Baca juga: Kama Sutra Satwa: Ribetnya Seks Badak Sumatera

Badak Sumatera sendiri hanya tersisa kurang dari 100 ekor di alam liar Indonesia. Mereka tersebar dalam kawanan kecil di pulau Sumatera dan Kalimantan.

Jumlah mereka menurun drastis akibat pengalihan hutan menjadi perkebunan dan pertanian. Selain habitat alami yang makin sedikit, perburuan liar untuk tanduk dan sarang badak ini makin gencar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.