Kompas.com - 22/12/2017, 20:06 WIB
Mars pernah berlimpah air seperti Bumi, sekarang semuanya lenyap. Mars kering dan tidak layak huni. Mars pernah berlimpah air seperti Bumi, sekarang semuanya lenyap. Mars kering dan tidak layak huni.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com - Kabar planet mars memiliki air memang pernah menjadi kabar baik bagi manusia Bumi, yang menandakan bahwa planet merah itu kemungkinan besar dapat dihuni.

Namun, beberapa waktu lalu para pakar memastikan mars tidak lagi memiliki air. Semuanya hilang.

Mereka awalnya berspekulasi bahwa runtuhnya medan magnet mars miliaran tahun lalu menghancurkan pelindung atmosfer dan membuat air menguap ke ruang angkasa. Kini,
ada dugaan baru ke mana perginya air mars.

Dilansir dari Telegraph, Rabu (20/12/2017), teori baru dari Universitas Oxford menunjukkan bahwa sebenarnya air mars tidak pergi ke manapun. Air justru terserap oleh batuan ke dasar permukaan mars.

Baca juga : Temuan Baru Membantah Semua Bukti yang Tunjukkan mars Punya Air

"Orang telah memikirkan hilangnya air di mars dalam waktu yang lama, tapi tidak ada yang menguji teori air yang diserap batuan. Salah satu alasan mars kehilangan air, bisa jadi karena mineraloginya," kata Dr Jon Wade, Rekan Riset NERC di Departemen Ilmu Bumi Oxford.

Dalam penelitian yang sudah diterbitkan di jurnal Nature tersebut, para peneliti menggunakan pemodelan komputer untuk menghitung berapa banyak air yang bisa diserap batuan yang ada di permukaan mars.

Mereka menganalisis data rover mars yang menunjukkan bahwa permukaan mars menyerap semua air dan menjadikan planet ini kering.

Hasilnya menunjukkan, batuan dasar di mars dapat menyerap air sampai 25 persen lebih banyak daripada bumi. Hal ini memungkinkan mars untuk menyerap lebih banyak air ke permukaan.

Tim peneliti menilai keadaan ini terjadi karena adanya peran suhu batuan dan tekanan di bawah permukaan mars.

Mereka telah mengetahui bahwa ukuran mars lebih kecil dibanding Bumi dan memiliki kadar besi yang tinggi. Hal ini membuat banyak air terserap ke dalam kerak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kita
Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Oh Begitu
Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Fenomena
BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

Fenomena
Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Kita
Cuaca Panas Indonesia, Pantau Suhu Maksimum Harian Lewat Link Ini

Cuaca Panas Indonesia, Pantau Suhu Maksimum Harian Lewat Link Ini

Oh Begitu
Nelayan Tangkap Ikan Pari Air Tawar Raksasa di Sungai Mekong, Seperti Apa?

Nelayan Tangkap Ikan Pari Air Tawar Raksasa di Sungai Mekong, Seperti Apa?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.