Kompas.com - 20/12/2017, 18:00 WIB
Tina dan Benjamin Gibson mengadopsi embrio Emma yang telah dibekukan selama 24 tahun Tina dan Benjamin Gibson mengadopsi embrio Emma yang telah dibekukan selama 24 tahun
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

Pada 2014, Pacific Standard melaporkan, proses adopsi embrio sendiri semakin populer karena lebih murah daripada adopsi tradisional dan lebih efisen daripada bayi tabung. Hal ini bisa lebih berhasil jika embrio sehat dan ibu angkatnya tanpa hambatan medis sebelum menjalani kehamilan.

Baca juga: Sebuah Kisah Nyata, Bayi 1,5 Tahun yang Lahir Dua Kali dalam Hidupnya

Bahkan cara ini 50 persen lebih mungkin melahirkan daripada cara bayi tabung tradisional.

Menurut laporan CNN, embrio adopsi ini sering kali berasal dari sis keluarga yang telah menyelesaikan program bayi tabungnya. Dengan kata lain, keluarga tersebut tak membutuhkan embrio tambahan.

Meski para ilmuwan tahu bahwa secara teoretis embrio dapat dibekukan selama beberapa dekade dan dapat berkembang, namun Emma tetap mencatat rekor dunia.

Emma menjadi bayi yang lahir dari embrio beku terlama. Untungnya, hal ini tak mengganggu keluarga Gibson.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.