Kompas.com - 20/12/2017, 18:00 WIB
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

Pada 2014, Pacific Standard melaporkan, proses adopsi embrio sendiri semakin populer karena lebih murah daripada adopsi tradisional dan lebih efisen daripada bayi tabung. Hal ini bisa lebih berhasil jika embrio sehat dan ibu angkatnya tanpa hambatan medis sebelum menjalani kehamilan.

Baca juga: Sebuah Kisah Nyata, Bayi 1,5 Tahun yang Lahir Dua Kali dalam Hidupnya

Bahkan cara ini 50 persen lebih mungkin melahirkan daripada cara bayi tabung tradisional.

Menurut laporan CNN, embrio adopsi ini sering kali berasal dari sis keluarga yang telah menyelesaikan program bayi tabungnya. Dengan kata lain, keluarga tersebut tak membutuhkan embrio tambahan.

Meski para ilmuwan tahu bahwa secara teoretis embrio dapat dibekukan selama beberapa dekade dan dapat berkembang, namun Emma tetap mencatat rekor dunia.

Emma menjadi bayi yang lahir dari embrio beku terlama. Untungnya, hal ini tak mengganggu keluarga Gibson.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.