Kompas.com - 16/12/2017, 19:05 WIB
Titik pusat gempa yang terjadi pada Jumat (15/12/2017) malam. USGS.GOVTitik pusat gempa yang terjadi pada Jumat (15/12/2017) malam.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

JAKARTA, KOMPAS.com -- Gempa bumi kembali mengguncang Indonesia. Kali ini terjadi di 42 kilometer barat daya Kawalu, Tasikmalaya, Jawa Barat pada Jumat (15/12/2017) pukul 23.47 WIB.

Kekuatan gempa mencapai 6,9 mangitudo sehingga sempat diumumkan peringatan dini potensi tsunami. Pada Sabtu (16/12/2017) pukul 02.26 WIB, peringatan gempa telah dicabut oleh Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (InaTEWS).

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatolologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan, secara tektonik, wilayah Jawa Barat merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks. Akibatnya, Jawa Barat rawan gempa bumi.

Baca juga: Analisis Gempa Tasikmalaya, Terpantau 13 Gempa Susulan Terjadi

“Wilayah ini sangat berpotensi diguncang gempa bumi kuat akibat aktivitas subduksi lempeng yang terdapat di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Barat, dan sesar aktif yang tersebar di daratan, sehingga tidak heran jika di Jawa Barat beberapa kali terjadi gempa bumi kuat dan merusak,” kata Daryono melalui pesan singkat yang diterima Kompas.com , Sabtu (16/12/2017).

Baca juga: Ramalan Gempa Besar 2018 Diklarifikasi Sang Ilmuwan, Ini Penjelasannya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gempa bumi di Tasikmalaya termasuk dalam gempa dengan kedalaman menengah, yakni 107 kilometer.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa Tasikmalaya merupakan kombinasi gerakan mendatar dan naik (oblique sinistral). Diperkirakan, pembangkit gempa adalah deformasi batuan pada zona Benioff bagian atas dari lempeng samudra yang tersubduksi (subducted plate).

Daryono menuturkan, catatan sejarah gempa bumi menunjukkan telah terjadi beberapa kali gempa kuat hingga memicu tsunami di selatan Jawa Barat.

Gempa bumi berkekuatan 8,1 magnitudo di Banten pada 27 Februari 1903, misalnya, menimbulkan kerusakan di Banten dan Jawa Barat.

Kemudian, gempa dengan 7,8 magnitudo pada 17 Juli 2006 memicu tsunami Pangandaran. Lalu, gempa bumi di Tasikmalaya dengan 7 magnitudo pada 2 September 2009 menimbulkan banyak kerusakan bangunan rumah dan menelan korban jiwa.

“Satu hal yang menarik adalah pusat gempa bumi yang terjadi tadi malam lokasinya berjarak sekitar 50 kilometer arah utara dari pusat gempa merusak tahun 2009,” kata Daryono.

Hingga kini, terdapat satu korban jiwa asal Ciamis bernama Dede Lutfi (70) akibat terkena runtuhan bangunan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.