Kompas.com - 05/12/2017, 13:01 WIB
Ilustrasi nyamuk TacioPhilipIlustrasi nyamuk
|
EditorMichael Hangga Wismabrata

KOMPAS.com - Salah satu hal yang paling harus diwaspadai saat musim hujan adalah gigitan nyamuk yang membawa bibit penyakit.

Selain itu, gigitan serangga tersebut sering mengganggu aktivitas kita. Apa sebetulnya yang membuat nyamuk menyerang dan menggigit kita?

Baru-baru ini, sebuah penelitian menyebutkan ada 400 senyawa kimia pada kulit yang merangsang nyamuk menggigit Anda.

Dr. Cameron Webb dari University of Sydney menjelaskan setiap spesies nyamuk memiliki karakterisitik berbeda-beda, salah satunya adalah kandungan karbon dioksida  di tubuh kita. 

"Seekor nyamuk bisa mencium bau karbon dioksida yang kita hirup. Hal ini menjadi pembeda umum antara nyamuk dengan hewan berdarah panas seperti burung, sapi, atau kanguru. Selain itu, hanya nyamuk betina yang menggigit karena mereka butuh nutrisi untuk mengembangkan telur," kata Webb dikutip dari ABC News, Minggu (3/12/2017).

Baca juga: Perangi Zika, Perusahaan Saudara Google Ini Lepaskan 20 Juta Nyamuk

Begitu nyamuk mendekat, ia akan mencari bau keringat dikulit untuk menemukan kulit yang memiliki sumber darah banyak. 

"Penelitian asam laktat dalam keringat menunjukkan bahwa itu adalah penyebab utama nyamuk menggigit Anda. Ini juga berlaku untuk spesies yang menggigit manusia," sambung Webb.

Jika Anda masih menganggap  mandi setelah berkeringat dapat menghindari gigitan nyamuk, perlu Anda pertimbangkan ulang.

Ada banyak faktor tidak hanya asam laktat di keringat, tetapi termasuk bakteri pada kulit Anda yang mengeluarkan bau dan menarik perhatian nyamuk tertentu.

"Ini seperti pergi ke bar dan memilih antara koktail yang berbeda, beberapa terlihat seperti margarita dibandingkan mojito," imbuh Webb.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena
Fenomena Salju di Gurun Sahara, Ahli Jelaskan Penyebabnya

Fenomena Salju di Gurun Sahara, Ahli Jelaskan Penyebabnya

Fenomena
Mengenal Barometer, Alat untuk Mengukur Tekanan Udara

Mengenal Barometer, Alat untuk Mengukur Tekanan Udara

Oh Begitu
Mantan Menkes Siti Fadilah Sebut Omicron Bisa Dilawan dengan Obat, Benarkah Efektif?

Mantan Menkes Siti Fadilah Sebut Omicron Bisa Dilawan dengan Obat, Benarkah Efektif?

Oh Begitu
Pengertian Medan Magnet dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Medan Magnet dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Oh Begitu
Mungkinkah Infeksi Omicron dan Delta Terjadi Bersamaan? Ini Kata Pakar

Mungkinkah Infeksi Omicron dan Delta Terjadi Bersamaan? Ini Kata Pakar

Oh Begitu
Anggrek Kantung di Indonesia Terancam Punah, Ini Kata Peneliti BRIN

Anggrek Kantung di Indonesia Terancam Punah, Ini Kata Peneliti BRIN

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.