Kompas.com - 03/12/2017, 13:22 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.comBanjir di Desa Ngeposari, Gunung Kidul, Yogyakarta, memang menarik perhatian.

Banjir layaknya danau dadakan yang terjadi pada Selasa (27/11/2017) tersebut merupakan dampak siklon tropis Cempaka yang mengakibatkan hujan ekstrem.

Ahli geologi Rovicky Dwi Putrohari mengungkapkan, fenomena tersebut bisa memberikan wawasan soal wilayah karst dan goa.

Menurutnya, banjir dengan air yang begitu jernih itu bisa terjadi karena adanya sungai bawah tanah di goa.

Saat hujan, air di wilayah karst dialirkan lewat sungai bawah tanah. Dalam kasus hujan kemarin, air yang ditumpahkan berlebihan sehingga tak sepenuhnya bisa dialirkan.

Rovicky mengatakan, banjir di Gunung Kidul sebenarnya limpahan dari air di sungai bawah tanah.

Baca Juga: Menalar Fenomena Danau Dadakan akibat Siklon Cempaka di Gunung Kidul

Dari fenomena ini, publik bisa mengetahui bahwa wilayah karst tidak sekering yang dilihat dan dibayangkan.

"Penyimpanan air daerah kapur (gamping) adalah di kantong-kantong berupa goa," kata Rovicky saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (2/12/2017).

Di lingkungan karst, sumber air satu dengan yang lain saling terkoneksi. "Seperti bejana berhubungan," ungkap Rovicky.

Karenanya, tak mengherankan mata air bisa muncul tiba-tiba di wilayah kapur. "Jadi mungkin sekali tiba-tiba muncul mata air yang cukup dalam meskipun tidak hujan deras," ujarnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.