Kompas.com - 22/11/2017, 17:53 WIB
|
EditorGloria Setyvani Putri

KOMPAS.com - Pernahkah Anda membayangkan jika jantung Anda berdetak di luar dada? Tentu akan sangat menakutkan, bukan?

Inilah yang dialami oleh Virsaviya Borun, anak perempuan berusia 8 tahun yang mengalami kondisi langka dengan jantung berada di luar tulang dadanya.

Kisan Virsaviya mulai viral saat videonya muncul di Youtube. Dalam video berdurasi 43 detik tersebut, terlihat bahwa jantung anak perempuan tersebut berdetak di luar dadanya dengan kencang saat ia tertawa.

Sebuah pemandangan yang cukup mengerikan, mengingat jantung anak kecil itu hanya dilindungi kulit tipisnya.

Baca juga: Temuan Baru Mengungkap, Bedah Jantung Lebih Aman Dilakukan Sore Hari

Kondisi langka Virsaviya ini disebut dengan pentalogy of cantrell, yaitu cacat lahir di daerah dada dan perut yang sering menyebabkan jantung berada tepat di bawah kulit seseorang. Hal ini berlawanan dengan kondisi normal pada umumnya, yaitu jantung barada di bawah tulang dada.

National Organization of Rare Disorder (NORD) menyebutkan, gangguan ini bisa termasuk cacat pada diafragma (otot yang memisahkan rongga dada dan perut, red), tulang dada, membran yang melapisi jantung, dinding perut, dan jantung itu sendiri.

"Istilah 'penta' dalam kondisi ini berasal dari bahasa Yunani untuk lima. Karena kelainan tersebut mencakup hingga lima kecacatan," ungkap NORD dikutip dari Live Science, Selasa (21/11/2017).

"Namun, kebanyakan bayi dengan kelainan ini tidak memiliki kelimanya sekaligus," sambungnya.

Kasus paling parah dari pentalogy of cantrell adalah ketika orang terlahir dengan jantung sepenuhnya atau sebagian berada di luar rongga dada. Rongga dada adalah bilik tempat jantung biasanya berada. Rongga dada sendiri dilindungi oleh tulang rusuk.

"Usus dan organ perut penderita kelainan ini juga dapat menonjol sebagian di luar tubuh mereka melalui pusar," kata NORD.

Pentalogy of cantrell sendiri merupakan penyakit yang sangat langka. NORD menyebutkan bahwa kelainan ini hanya terjadi pada 5 orang per satu juta kelahiran.

Baca juga: Penyakit Jantung Bawaan Bisa Terjadi Meski Orangtua Sudah Hidup Sehat

Dalam sebuah penilitan pada 2008, para ilmuwan menemukan bahwa bayi yang lahir dengan kondisi ini sering tidak bertahan lama.

Penelitian 2008 itu melibatkan 58 bayi dengan kelainan tersebut. 37 bayi (64 persen) yang menderita kelainan ini meninggal beberapa hari setelah dilahirkan.

"Dalam banyak kasus, kondisinya fatal tanpa operasi yang bisa memperbaiki cacat lahir ini," kata NORD.

Virsaviya sebenarnya berasal dari Rusia, tetapi saat ini dia dan ibunya tinggal di Florida setelah seorang dokter dari Rumah Sakit Anak Boston bersedia merawatnya.

Sayangnya, operasi untuk Virsaviya urung dilakukan karena gadis cilik ini juga menderita tekanan darah tinggi di arteri pulmonalisnya (pembuluh yang membawa darah dari jantung ke paru-paru, red).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Fenomena
Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Oh Begitu
Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Oh Begitu
5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Oh Begitu
Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

Oh Begitu
Apa Makanan Ikan Piranha?

Apa Makanan Ikan Piranha?

Oh Begitu
Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Fenomena
Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Kita
Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Oh Begitu
Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

Oh Begitu
Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Oh Begitu
3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.