Kompas.com - 22/11/2017, 08:04 WIB
Ilustrasi macet. AutoevolutionIlustrasi macet.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Salah satu hal paling membosankan adalah terjebak macet.

Namun, pernahkah Anda mendapati laju kendaraan tiba-tiba melambat, berhenti total selama beberapa menit, kemudian jalan lagi dengan kecepatan penuh. Anehnya, tidak ada pembangunan, kecelakaan, atau alasan apa pun yang bisa menyebabkan macet.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Sejumlah peneliti menggunakan perhitungan rumus matematika serta uji coba di dunia nyata untuk mencoba menjawab pertanyaan ini, dan inilah jawaban mereka beserta saran untuk 'meniadakan' kemacetan.

Menurut para peneliti, ada reaksi berantai yang terjadi di jalan raya. Misalnya, saat sebuah kendaraan melakukan rem untuk melewati gundukuan kecil, kendaraan di belakangnya akan mengerem dan begitu seterusnya yang dilakukan mobil di belakangnya. Pengereman tersebut membuat arus lintas melambat atau terpaksa berhenti.

"Gelombang lalu lintas ini timbul dari gangguan kecil dalam arus lalu lintas yang seragam, seperti benjolan di jalan, atau pengemudi yang mengerem setelah kurang perhatian," kata Benjamin Seibold, seorang matematikawan di Universitas Temple, dikutip dari Vox, Jumat (12/08/2016).

Baca Juga: Penyebab Pusing dan Mual Saat Naik Kendaraan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mobil pertama rem sedikit, dan yang di belakangnya rem sedikit tambah lama, bahkan saat mobil meninggalkan gelombang lalu lintas ini, efek kemacetan perlahan berayun ke belakang, berlawanan dengan arah lalu lintas," katanya.

Seibold dan para peneliti lainnya menyebut fenomena ini sebagai kemacetan hantu yang panjangnya antara 100 meter hingga satu kilometer. Mereka pun mencoba mengembangkan konsep gelombang ini dengan menggunakan algoritme komputer yang mensimulasikan perilaku mengemudi:

 

Selain Seibold dan kolega, para peneliti dari Jepang juga telah melakukan eksperimen di dunia nyata, dan memperoleh kesimpulan yang sama.

Mereka menginstruksikan 22 pengemudi untuk berkendara di jalanan melingkar dengan kecepatan yang sama (18,6 mph) dan mempertahankan jarak antar mobil.

Halaman:


Sumber Vox
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.