Kompas.com - 21/11/2017, 08:04 WIB
Tupai di pohon, hasil jepretan Galaxy K Zoom (240mm, 1/45, F 6.3, ISO 160) oik yusuf/ kompas.comTupai di pohon, hasil jepretan Galaxy K Zoom (240mm, 1/45, F 6.3, ISO 160)
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

Uji coba pada hewan menunjukkan bahwa saat enzim ebbselen disuntikkan ke sel otak, hewan-hewan itu tetap akan hidup meski kehilangan darah dan oksigen.

BACA: Bagaimana Stroke Bisa Mengubah Sifat Seseorang?

"Selama beberapa dekade ilmuwan mencari terapi stroke yang dapat melindungi otak dengan efektif. Jika senyawa yang diidentifikasi dalam penelitian berhasil mengurangi kematian jaringan dan meningkatkan kesembuhan, berarti langkah ini dapat dijadikan pendekatan baru untuk menjaga sel otak setelah stroke iskemik," jelas Dr Francesca Bosetti, direktur program NINDS.

Bernstock berharap agar penelitian yang dibuatnya dapat mendorong ilmuwan lain untuk memecahkan masalah medis yang menekan.

"Sebagai ilmuwan dokter, saya sangat suka mengerjakan proyek yang memiliki relevansi jelas untuk pasien. Saya menginginkan hasil yang dapat memberi terapi baru untuk orang yang membutuhkan," tambahnya.

Penelitian ini sudah dipublikasikan di The FASEB Journal, jurnal dari Foundation of American Societies for Experimental Biology.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.