Kompas.com - 21/11/2017, 08:04 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa


KOMPAS.com - Siapa sangka, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa tupai memiliki kunci yang dapat ditiru agar pasien stroke terhindar dari kerusakan otak.

Periset asal AS menemukan bahwa saat tupai berhibernasi, proses proteksi terjadi pada sel tupai yang memungkinkan otak mereka mengurangi aliran darah dan oksigen. Saat mereka terbangun, tupai tidak kekurangan nutrisi penting.

Pada pasien yang mengalami stroke iskemik (stroke yang disebabkan karena cabang pembuluh darah di otak mengalami penyumbatan karena kolesterol dan radikal bebas, red), darah yang membawa gula dan oksigen terputus di otak. Akibatnya, penderita stroke bisa kesulitan bicara hingga lumpuh.

BACA: Ini Beda Gejala Stroke Iskemik dan Perdarahan

Dilansir dari laman Telegraph, Senin, (20/11/2017), ilmuwan dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) meyakini bahwa menciptakan obat yang dapat memicu perubahan sel seperti tupai saat berhibernasi juga dapat mencegah kerusakan otak.

"Jika kita bisa menghidupkan hibernator yang digunakan tupai untuk melindungi otak, kita dapat membantu melindungi otak selama stroke dan pada akhirnya membantu pemulihan," kata penulis utama Joshua Bernstock, mahasiswa pascasarjana di NINDS.

Sebagai catatan, stroke adalah salah satu penyebab kematian utama di semua rumah sakit Indonesia, yakni 14,5 persen. Data dari riset kesehatan dasar 2013 juga menyebutkan bahwa prevalensi stroke di Indonesia mencapai 12,1 per 1.000 penduduk.

Pada saat ini, satu-satunya cara untuk meminimalkan kematian sel akibat stroke adalah dengan mengeluarkan gumpalan sesegera mungkin.

Oleh sebab itu, para peneliti percaya jika ada pengobatan yang dapat membantu otak bertahan tanpa darah dan oksigen, efeknya untuk pasien akan sangat bagus.

Peneliti menemukan bahwa proses SUMOlyation pada tupai yang berhibernasi dapat melindungi sel dalam otak mereka. Menurut temuan mereka, hal itu bisa terjadi karena adanya enzim ebselen.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Fenomena
5 Penyebab Perubahan Iklim

5 Penyebab Perubahan Iklim

Fenomena
Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Kita
Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Fenomena
Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Kita
Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Oh Begitu
Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Fenomena
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

Fenomena
Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Fenomena
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.