Kompas.com - 21/11/2017, 08:04 WIB
Tupai di pohon, hasil jepretan Galaxy K Zoom (240mm, 1/45, F 6.3, ISO 160) oik yusuf/ kompas.comTupai di pohon, hasil jepretan Galaxy K Zoom (240mm, 1/45, F 6.3, ISO 160)
|
EditorShierine Wangsa Wibawa


KOMPAS.com - Siapa sangka, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa tupai memiliki kunci yang dapat ditiru agar pasien stroke terhindar dari kerusakan otak.

Periset asal AS menemukan bahwa saat tupai berhibernasi, proses proteksi terjadi pada sel tupai yang memungkinkan otak mereka mengurangi aliran darah dan oksigen. Saat mereka terbangun, tupai tidak kekurangan nutrisi penting.

Pada pasien yang mengalami stroke iskemik (stroke yang disebabkan karena cabang pembuluh darah di otak mengalami penyumbatan karena kolesterol dan radikal bebas, red), darah yang membawa gula dan oksigen terputus di otak. Akibatnya, penderita stroke bisa kesulitan bicara hingga lumpuh.

BACA: Ini Beda Gejala Stroke Iskemik dan Perdarahan

Dilansir dari laman Telegraph, Senin, (20/11/2017), ilmuwan dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) meyakini bahwa menciptakan obat yang dapat memicu perubahan sel seperti tupai saat berhibernasi juga dapat mencegah kerusakan otak.

"Jika kita bisa menghidupkan hibernator yang digunakan tupai untuk melindungi otak, kita dapat membantu melindungi otak selama stroke dan pada akhirnya membantu pemulihan," kata penulis utama Joshua Bernstock, mahasiswa pascasarjana di NINDS.

Sebagai catatan, stroke adalah salah satu penyebab kematian utama di semua rumah sakit Indonesia, yakni 14,5 persen. Data dari riset kesehatan dasar 2013 juga menyebutkan bahwa prevalensi stroke di Indonesia mencapai 12,1 per 1.000 penduduk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada saat ini, satu-satunya cara untuk meminimalkan kematian sel akibat stroke adalah dengan mengeluarkan gumpalan sesegera mungkin.

Oleh sebab itu, para peneliti percaya jika ada pengobatan yang dapat membantu otak bertahan tanpa darah dan oksigen, efeknya untuk pasien akan sangat bagus.

Peneliti menemukan bahwa proses SUMOlyation pada tupai yang berhibernasi dapat melindungi sel dalam otak mereka. Menurut temuan mereka, hal itu bisa terjadi karena adanya enzim ebselen.

Halaman:


Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.