Angka Bunuh Diri Meningkat, Peneliti Kembangkan Alat Prediksi

Kompas.com - 14/11/2017, 12:05 WIB
Ilustrasi depresi ShutterstockIlustrasi depresi
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

Dalam penelitian ini, peserta diberi sejumlah kata yang berkaitan dengan bunuh diri, emosi negatif, dan emosi positif. Mereka kemudian diminta untuk secara aktif mempertimbangkan gagasan yang disajikan secara rinci, agar memudahkan peneliti menganalisis aktivitas otak yang tepat.

Baca Juga: Bagaimana Mengenali dan Merespons Gelagat Bunuh Diri?

Lalu, data dianalisa dengan representasi FMRI yang berhubungan dengan makna kata stabil dan kemudian menentukan lokasi anatomis di jaringan sarafnya. Peneliti menggunakan sebuah program kecerdasan buatan (artificial intelegent/ AI) di komputer, untuk mengetahui kemampuan peserta membedakan pola makna tentang bunuh diri, emosi positif dan negatif.

Hasilnya, peserta dapat secara akurat membedakan keinginan bunuh diri secara sadar dan spontan. Rasa pesimis tentang diri sendiri dan lingkungan akan terwakili dalam pemilihan seseorang. Dari pemaknaan kata-kata seperti kematian, riang, dan tidak bernyawa tersebut, peneliti mengetahui apakah seseorang mempunyai kecenderungan bunuh diri atau tidak.

Para peneliti menyadari bahwa temuan ini belum sempurna. Apalagi sampel yang digunakan relatif kecil dan alat yang digunakan tidak tersedia luas. Maka, pengujian pada populasi lain perlu dilakukan untuk melihat apakah hasil ini tidak hanya akan diulang dengan rentang usia dan kondisi kejiwaan yang lebih luas.

Namun, penelitian dan alat yang dikembangkan menunjukkan sebuah harapan besar sebagai bukti konsep bahwa pembelajaran mesin dapat digunakan untuk menganalisis representasi syaraf dari makna untuk mengembangkan model prediksi perilaku.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X