BMKG: Jawa Timur Waspada Hujan Deras Disertai Petir

Kompas.com - 13/11/2017, 20:02 WIB
Ilustrasi hujan petir Wavebreakmedia LtdIlustrasi hujan petir
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Surabaya mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca terkini di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Hujan ringan hingga lebat akan mengguyur sejumlah wilayah Jawa Timur dari sore hingga malam hari nanti.

Dikutip dari situs resmi BMKG Klas I Juanda, Provinsi Jawa Timur pada hari Senin (13/11/2017), Hujan dengan intensitas sedang hingga-lebat disertai petir akan terjadi di beberapa daerah.

Beberapa daerah yang dimaksud adalah Bangkalan, Batu, Ngawi, Bojonegoro, Bondowoso, Jombang, Magetan, Nganjuk, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Kota Malang, Kota dan Kabupaten Madiun, Gresik, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Pasuruan, Kota dan Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Probolinggo.

Prakiraan cuaca tersebut dikeluarkan oleh BMKG pada pukul 14.10 pada hari Senin (13/11/2017). Dalam keterangan tersebut juga dijelaskan bahwa hujan juga akan disertai petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari.

Baca juga: Kenapa Hujan Beraroma Segar? Sains Menguraikan Proses di Baliknya

Sementara itu, di daerah pesisir seperti di Perairan Selatan Jawa Timur harap mewaspadai ketinggian gelombang laut yang dapat mencapai 2,5 meter. Untuk wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa Timur, ketinggian ombak bahkan bisa mencapai 3 meter.

Tidak menutup kemungkinan hujan lebat akan terjadi juga di sejumlah daerah lain di wialyah Jawa Timur, seperti di Kodya Probolinggo, Dringu, Gending dan Krejengan. Hujan lebat diperkirakan akan terjadi hingga pukul 16.20 wib, Senin (13/11/2017).

Kondisi tersebut disebabkan adanya sirkulasi Siklonik di sejumlah lokasi, seperti di Teluk Thailand di (Lapisan 925/800 hPa), di Laut Sulawesi (Lapisan 925/850 hPa) dan di Laut Banda (Lapisan 925/800 hPa).

Hal itu menyebabkan pemusatan aliran udara berbentuk memanjang di Samudera Hindia, Barat Daya Sumatera, di Laut Arafuru serta Kalimantan Utara hingga Sulawesi Utara.

Terdapat tanda membelok di wilayah Laut Andaman, Selat Malak, Sumatera bagian Tengah, Selat Karimata, Laut jawa, Laut Sulu, Laut Sulawesi, Maluku bagian Tengah, Papua Barat dan Papua.

Pertumbuhan awan hujan akan berpotensi meningkat di wilayah sekitarnya. Peringatan dini tersebut akan berlaku dari tanggal 13-15 November 2017 seperti yang dikutip dari situs BMKG.

Baca juga: Kenapa Suara Hujan Bikin Kita Ngantuk?



Sumber BMKG
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X