"Jogging" Boleh, Lari Berlebihan Jangan. Ini Alasannya

Kompas.com - 12/11/2017, 17:06 WIB
Ilustrasi berlari joytIlustrasi berlari
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

JAKARTA, KOMPAS.com –- Olahraga lari kini tak hanya dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh saja, tetapi juga sebagai gaya hidup. Dalam beberapa acara, Anda bahkan juga bisa menyumbang sambil berlari.

Namun, apakah berlari memiliki peran positif terhadap peningkatan kebugaran tubuh?

Ahli nutrisi dr Samuel Oetoro mengatakan, berlari dapat memberikan dampak buruk bagi kondisi tubuh bila dilakukan secara berlebihan.

Oetoro menuturkan, tubuh memiliki atom dan bersifat reaktif. Atom terdiri dari inti atom dan elektron, sedangkan elektron tersusun dari atom positif dan negatif.

Kehilangan salah satunya, baik negatif atau positif, akan mengubah elektron menjadi radikal bebas. Elektron yang kehilangan pasangannya ini kemudian akan mengambil bagian atom lain dari sel sehat.

Baca juga : Bahaya Tersembunyi di Balik Lari Marathon

Dalam aktivitas yang berlebihan, peristiwa ini terjadi secara berantai dan berpotensi merusak tubuh.

“Itu terjadi kalau aktivitas berlebihan dan intensitas tinggi seperti olahraga lari. Makanya banyak sekarang atlet sepak bola meninggal di lapangan karena radikal bebasnya tidak ditangkal dengan antioksidan. Padahal, atlet latihannya sudah berlebihan,” kata Oetoro dalam acara “Hidup Sehat dengan Diabetes” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017).

Menurut Oetoro, para atlet rentan terhadap serangan jantung karena intensitas latihannya, dan untuk mengatasinya, mereka perlu diberikan suplemen antioksidan untuk menangkal radikal bebas.

Meski bukan atlet, dokter MRCCC Siloam Hospital itu juga tak menganjurkan masyarakat awam untuk menjadikan lari sebagai olahraga utama. Dia berkata bahwa olahraga alternatif yang dapat dilakukan adalah jogging atau berjalan.

Baca juga : Pelajaran Berharga bagi Dunia Olahraga dari Meninggalnya Choirul Huda

“( Lari buat amal) ya jangan. Buat amal malah terjadi sesuatu. Jalan saja. Kalau ikut 10 kilometer, jalan cepat. Jogging kan pelan. Kalau punya target satu jam 10 kilometer saja, itu sudah berlebihan,” katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X