Meski Sering Digunakan, Ternyata Kecerdasaan Visual Berbeda dengan IQ

Kompas.com - 12/11/2017, 11:09 WIB
Isabel Gauthier memegang model tiga dimensi dari sebuah greeble, salah satu objek yang digunakan dalam tes kecerdasan visualnya. Isabel Gauthier memegang model tiga dimensi dari sebuah greeble, salah satu objek yang digunakan dalam tes kecerdasan visualnya.
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Saat berbicara tentang kecerdasan, banyak orang akan menghubungkannya dengan kecerdasan intelektual atau intelligence quotient (IQ). Namun, sebuah penelitian awal  yang dipublikasikan baru-baru ini mengungkapkan kecerdasan visual tidak ada hubungannya dengan IQ.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Cognitian edisi September, dengan judul Domain-specific and domain-general individual differences in visual object recognition.

Kecerdasan visual sendiri berhubungan dengan kebendaan. Seperti mencocokkan sidik jari, menafsirkan sinar-X untuk keperluan medis, melacak pesawat terbang pada layar radar, atau mencocokkan wajah forensik.

"Orang mungkin berpikir bahwa mereka dapat mengidentifikasi sebuah objek secara visual dengan baik. Tapi ternyata mereka tidak terlalu bagus dalam mengevaluasi kemampuan mereka dibanding orang lain," ujar profesor Isabel Gauthier, seorang profesor di departemen psikologi David K. Wilson, Universitas Venderbilt, Amerika Serikat dikutip dari Science Daily, Rabu (8/11/2017).

Baca Juga: Malas Mungkin Pertanda IQ Tinggi?

Di masa lalu, penelitian tentang pengenalan objek visual sebagian besar fokus pada pengetahuan umum yang dimiliki orang-orang. Tapi, Gauther penasaran dan tertarik pada pertanyaan tentang seberapa besar kemampuan visual bervariasi pada individu yang berbeda.

Untuk menjawab pertanyaan ini, dia dan koleganya mengembangkan tes baru yang disebut the Novel Object Memory Test (NOTM), untuk mengukur kemampuan orang dalam mengidentifikasi benda-benda asing.

Hal pertama yang dilakukan Gauthier adalah mengukur opini publik tentang kemampuan visual. Dia melakukan survey pada 100 orang dengan menggunakan Amazon Mechanical Truk (MTurk) (sebuah crowdsourcing yang memungkinkan individu untuk mengkoordinasikan kecerdasannya untuk melakukan tugas yang tidak dapat dilakukan komputer, red).

Dia menemukan, responden penelitian menganggap tugas visual berbeda dengan tugas lain yang berkaitan dengan kecerdasan umum. Selain itu, dia juga menemukan bahwa ada sedikit perbedaan dalam keterampilan visual daripada keterampilan non-visual (kemampuan verbal dan matematika) setiap orang.

Masalah utama yang harus ditangani Gauthier dan koleganya dalam menilai kemampuan visual seseorang adalah kebiasaan. Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk mempelajari obyek tertentu - wajah, mobil, atau burung - maka kemampuan mereka untuk mengidentifikasi akan semakin baik.

Hal ini berpengaruh pada saat mengerjakan tes kemampuan visual, orang akan mengkombinasikan kemampuan visual dan pengalaman yang dimiliki dalam mengenal obyek benda tersebut. Gauthier membahas masalah ini dengan menggunakan makhluk abstrak yang dihasilkan komputer, yang disebut greebles, shinbugs, dan ziggerins untuk mempelajari kemampuan visual.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X