Mengenal Xenial, Generasi Baru antara Generasi X dan Milenial

Kompas.com - 06/11/2017, 20:06 WIB
Ilustrasi generasi milenial bekerja hobo_018Ilustrasi generasi milenial bekerja
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com - Tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah generasi milenial dan generasi X. Generasi milenial adalah sebutan untuk orang yang lahir antara tahun 1982 hingga 2004, sedangkan generasi X merupakan sebutan untuk generasi sebelumnya, kelahiran 1961 hingga 1981.

Namun, dengan jumlah populasi yang begitu besar, tidak semua orang akan mengidentifikasikan diri dengan stereotip generasinya.

Di sinilah, istilah xenial muncul untuk menggambarkan mereka yang lahir di tengah kedua generasi (1977-1983).

Istilah tersebut diciptakan oleh Dan Woodman, seorang profesor sosiologi dari University of Melbourne.

Baca juga: Buktikan Peduli Lingkungan, Generasi Milenial Bisa Apa?

"Idenya adalah adanya generasi mikro atau di antara kelompok generasi X - yang kami anggap sebagai anak berkemeja flannel, mendengarkan musik grunge, dan lahir setelah Baby Boomers- dan generasi milenial yang digambarkan sebagai orang yang optimis, ahli teknologi dan mungkin terlalu yakin akan diri mereka sendiri dan terlalu percaya diri," kata Profesor Woodman dikutip dari Huffington Post, Rabu (28/06/2017).

Profesor Woodman menjelaskan bahwa jika generasi milenial tumbuh bersama kemajuan teknologi, maka generasi xenial perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

"Itu adalah pengalaman yang sangat unik. Anda memiliki masa kanak-kanak dan remaja yang bebas dari rasa khawatir terhadap segala unggahan media sosial dan telepon seluler...," ujarnya.

Dia melanjutkan, kami (xenial) belajar mengonsumsi media dan telah berumur dewasa sebelum mengenal facebook, twitter, dan snap chat, serta semua hal di mana Anda masih menonton berita malam atau membaca koran.

Orang-orang yang lahir antara tahun 1977-1983 dianggap sebagai jembatan dari analog ke digital. Generasi ini masih cukup muda untuk beradaptasi dengan cepat pada revolusi teknologi, tetapi juga merupakan generasi terakhir yang tumbuh tanpa teknologi.

Baca juga: Agar Generasi Milenial Melirik Tanaman Obat

Alhasil, seperti generasi X yang pesimis, xenial tidak semahir milenial dalam hal digital, walaupun mengonsumsinya.

 

What is a xennial? #xennial #generations #jordancatalano #mysocalledlife #1980s #1990s #starwars

A post shared by Paull Hammond-Davies ?????‍???? (@paullhammonddavies) on May 23, 2017 at 10:59am PDT

Teknologi pertama yang dirasakan generasi xenial adalah SMS, media sosial, dan kencan online saat usia mereka mencapai dua puluh tahunan. Mereka masih menggunakan walkman atau merekam lagu di radio, tetapi seiring bertambahnya usia, generasi ini kini menggunakan spotify atau iTunes.

Generasi xenial juga sering disebut sebagai generasi yang memiliki sinisme generasi X dan optimisme dari generasi milenial.

Woodman mengatakan, pengalaman berbeda berperan dalam bagaimana seseorang mengidentifikasi kelompok mereka. Misalnya, generasi milenial yang tidak tumbuh dengan banyak uang akan cenderung memiliki sedikit pengalaman digital daripada generasi milenial atau xenial yang memiliki kehidupan finansial yang cukup.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Fenomena
Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Kita
Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac 'Aman'

Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac "Aman"

Fenomena
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

Fenomena
Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Fenomena
Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Oh Begitu
2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

Oh Begitu
Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Oh Begitu
Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Oh Begitu
Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Oh Begitu
Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Fenomena
Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Kita
Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Oh Begitu
Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Kita
Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X