Kompas.com - 28/10/2017, 20:07 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com --  Pernahkah Anda membayangkan, apa yang akan terjadi apabila bulan hilang dari orbit bumi?

Meskipun besarnya hanya seperenam dari bumi, bulan ternyata memiliki peran besar untuk keberlangsungan hidup manusia.

Dihubungi oleh Kompas.com, Jumat (27/10/2017), Thomas Djamaluddin selaku Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), mengatakan, jelas sekali apabila bulan tidak ada di orbit bumi, tidak ada efek pasang surut air laut dan tidak ada kalender bulanan.

"Kita tahu manusia tidak akan bisa hidup di bulan karena tidak ada oksigen dan air untuk bertahan hidup. Namun, keberadaan bulan penting bagi kehidupan semesta di bumi, iklim dan cuaca, siang dan malam," katanya lagi.

(baca juga: Pertanyaan Terbesar tentang Bulan yang Belum Terjawab hingga Sekarang)

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Neil Comins kepada Live Science. Fisikawan di Universitas Maine ini berkata bahwa bulan turut membantu pergantian musim di bumi dengan menstabilkan kemiringan bumi.

Oleh karena itu, bencana besar akan menghantam bumi bila tidak ada bulan.

"Siklus malam dan siang akan pendek, manusia akan hidup berpindah-pindah mencari tempat yang aman sesuai perubahan musim. Gelombang laut besar juga akan menyapu daratan dan membuatnya menjadi lautan," ujarnya.

Perlu diketahui, gravitasi bulan membantu rotasi bumi sehingga putaran jam enam jam per hari menjadi 24 jam per hari seperti saat ini.

Lalu, baik Comins maupun Thomas juga meyakini bahwa bulan adalah pintu masuk bagi para ilmuwan untuk mempelajari tata surya dan ruang angkasa. Tidak ada bulan berarti tidak ada pengetahuan ruang angkasa dan astronot, ujar Comins.

(baca juga:Beginilah Supermoon bila Dilihat dari Luar Angkasa)

Sementara itu, Mahasena Putra, Kepala Observatorium Bosccha, Lembang, Jawa Barat, menjelaskan bahwa ketidakberadaan bulan di orbit bumi harus dikaji lebih detail.

"Bila bulan tidak berada di orbit bumi, (tentu) akan berpengaruh terhadap orbit planet-planet dekat bumi. Bagaimana perbedaannya? Tergantung pada detail proses bagaimana bulan dijauhkan," katanya kepada Kompas.com melalui pesan singkatnya yang diterima Jumat (27/10/2017)

Mahasena mengakui bahwa pada saat ini, para ilmuwan tengah berlomba-lomba untuk mengungkap misteri bulan, mulai dari asal usul bulan, peran bulan di alam semesta, dan tentunya fenomena alam di bulan.

Dia berpendapat bahwa penelitian tentang bulan akan menjawab pertanyaan lama, tetapi juga menimbulkan pertanyaan baru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Fenomena
Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Kita
Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Oh Begitu
Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Fenomena
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

Fenomena
Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Fenomena
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.