Apa yang Terjadi jika Bulan Hilang dari Orbit Bumi?

Kompas.com - 28/10/2017, 20:07 WIB
Supermoon terlihat di Austria, 10 Agustus 2014. Supermoon disebut para ilmuwan sebagai bulan perigee, terjadi saat bulan berada di dekat cakrawala dan tampak lebih besar dan lebih terang dari bulan purnama lainnya.AP PHOTO / Ronald Zak Supermoon terlihat di Austria, 10 Agustus 2014. Supermoon disebut para ilmuwan sebagai bulan perigee, terjadi saat bulan berada di dekat cakrawala dan tampak lebih besar dan lebih terang dari bulan purnama lainnya.

KOMPAS.com --  Pernahkah Anda membayangkan, apa yang akan terjadi apabila bulan hilang dari orbit bumi?

Meskipun besarnya hanya seperenam dari bumi, bulan ternyata memiliki peran besar untuk keberlangsungan hidup manusia.

Dihubungi oleh Kompas.com, Jumat (27/10/2017), Thomas Djamaluddin selaku Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( LAPAN), mengatakan, jelas sekali apabila bulan tidak ada di orbit bumi, tidak ada efek pasang surut air laut dan tidak ada kalender bulanan.

"Kita tahu manusia tidak akan bisa hidup di bulan karena tidak ada oksigen dan air untuk bertahan hidup. Namun, keberadaan bulan penting bagi kehidupan semesta di bumi, iklim dan cuaca, siang dan malam," katanya lagi.

(baca juga: Pertanyaan Terbesar tentang Bulan yang Belum Terjawab hingga Sekarang)

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Neil Comins kepada Live Science. Fisikawan di Universitas Maine ini berkata bahwa bulan turut membantu pergantian musim di bumi dengan menstabilkan kemiringan bumi.

Oleh karena itu, bencana besar akan menghantam bumi bila tidak ada bulan.

"Siklus malam dan siang akan pendek, manusia akan hidup berpindah-pindah mencari tempat yang aman sesuai perubahan musim. Gelombang laut besar juga akan menyapu daratan dan membuatnya menjadi lautan," ujarnya.

Perlu diketahui, gravitasi bulan membantu rotasi bumi sehingga putaran jam enam jam per hari menjadi 24 jam per hari seperti saat ini.

Lalu, baik Comins maupun Thomas juga meyakini bahwa bulan adalah pintu masuk bagi para ilmuwan untuk mempelajari tata surya dan ruang angkasa. Tidak ada bulan berarti tidak ada pengetahuan ruang angkasa dan astronot, ujar Comins.

(baca juga:Beginilah Supermoon bila Dilihat dari Luar Angkasa)

Sementara itu, Mahasena Putra, Kepala Observatorium Bosccha, Lembang, Jawa Barat, menjelaskan bahwa ketidakberadaan bulan di orbit bumi harus dikaji lebih detail.

"Bila bulan tidak berada di orbit bumi, (tentu) akan berpengaruh terhadap orbit planet-planet dekat bumi. Bagaimana perbedaannya? Tergantung pada detail proses bagaimana bulan dijauhkan," katanya kepada Kompas.com melalui pesan singkatnya yang diterima Jumat (27/10/2017)

Mahasena mengakui bahwa pada saat ini, para ilmuwan tengah berlomba-lomba untuk mengungkap misteri bulan, mulai dari asal usul bulan, peran bulan di alam semesta, dan tentunya fenomena alam di bulan.

Dia berpendapat bahwa penelitian tentang bulan akan menjawab pertanyaan lama, tetapi juga menimbulkan pertanyaan baru.


EditorShierine Wangsa Wibawa

Close Ads X