Kali Pertama, Para Peneliti Temukan Dinosaurus dengan "Topeng Bandit"

Kompas.com - 28/10/2017, 18:08 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com - Penelitian terbaru menemukan dinosaurus yang memiliki pola pada tubuh dan bagian wajah seperti topeng bandit.

Dinosaurus tersebut adalah Sinosaurioteryx yang hidup sekitar 130 juta tahun lalu.

Dia disebut sebagai ahli penyamaran karena dapat bersembunyi dari predator, seperti Tyrannosaurus rex, atau menyamarkan diri saat ingin memangsa musuh.

Penelitian yang diterbitkan secara online di jurnal Current Biology, Kamis (26/10/2017), mengungkapkan bahwa Sinosaurioteryx  memiliki ekor yang bergaris-garis dan bulu punggung yang lebih gelap daripada bulu perutnya (countershading).

BACA: Tanpa Disadari, Dinosaurus Wariskan Sesuatu untuk Planet Ini

Sampai sekarang, pola yang disebut "topeng bandit" ini masih dapat ditemukan pada berbagai hewan seperti rakun dan luak. Tujuannya sama, yakni untuk mengelabui predator dan juga mangsa.

"Ini adalah yang pertama terlihat pada dinosaurus, sepengetahuan saya, bahwa ada hewan punah yang menunjukkan pola warna yang canggih dan unik seperti ini," ujar Fiann Smithwick, peneliti lulusan studi geologi di Universitas Bristol, Inggris, seperti dikutip dari BBC, Jumat (27/10/2017).

Sebuah fosil dan gambar Sinosauropteryx dinosaurus. Perhatikan bahwa fosil tersebut menunjukkan bulu-bulu dan isi perut yang dipelihara dengan baik dan dipoles dengan baik. Bilah skala mewakili 2 inci (50 milimeter). Sebuah fosil dan gambar Sinosauropteryx dinosaurus. Perhatikan bahwa fosil tersebut menunjukkan bulu-bulu dan isi perut yang dipelihara dengan baik dan dipoles dengan baik. Bilah skala mewakili 2 inci (50 milimeter).

Untuk menguraikan pewarnaan Sinosauropteryx, para peneliti mempelajari fosil dinosaurus pemakan daging dan bipedal yang ditemukan di Jehol Biota, China.
Mereka pun mendapati bahwa dinosaurus yang hidup di masa Cretaceous ini memiliki bulu berwarna gelap pada bagian tubuh yang berbeda, termasuk ekor yang bergaris-garis.

Menggunakan pola tersebut, para peneliti meyakini bahwa Sinosauropteryx akan bisa menyamar di hari yang cerah sekali pun.

Pasalnya, pada siang hari, matahari menyinari bagian atas tubuh hewan dan menciptakan bayangan di sisi bawahnya. Efek ini membantu makhluk lain, termasuk manusia, untuk melihat obyek sebagai tiga dimensi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.