Kompas.com - 25/10/2017, 19:46 WIB
Siti Raisa Miranda (13) atau Echa saat tertidur nnonstop selama 13 hari. dok. Facebook/Moel Ya Lo VeSiti Raisa Miranda (13) atau Echa saat tertidur nnonstop selama 13 hari.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Siti Raisa Miranda (13) alias Echa telah menjadi seperti Putri Aurora dalam kisah Sleeping Beauty produksi Walt Disney. Perbedaannya hanya periode tidur Echa saja yang masih dalam hitungan hari, tak selama Aurora yang tidur hingga 100 tahun.

Meski demikian, Echa merupakan fenomena. Seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (24/10/2017), remaja yang bersekolah di SMPN 15 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu baru-baru ini dikabarkan tidur selama 13 hari berturut-turut.

Itu bukan kali pertama. Sebelumnya, ia pernah tidur selama 7 hari dan kemudian 8 hari. "Kalau kambuhnya sudah kedelapan (kali). Kalau tidurnua (lama) yang ketiga,” kata Mulyadi, ayah Echa, yang menduga bahwa anaknya mengalami sindrom putri tidur atau Klein Levine.

Baca Juga: Remaja Ini Tidur Nonstop 13 Hari, Bangun Sebentar lalu Tidur Lagi

Ahli saraf dan peneliti tidur Dr Rimawati Tedjakusuma SpS RPSGT mengatakan, kemungkinan besar yang dialami Echa memang sindrom Kleine-Levin. Dalam kurun waktu 1967 hingga 2004, hanya menimpa 186 orang di dunia. Umumnya dialami perempuan.

Gejala paling terlihat dari orang dengan sindrom Klein Levine yang waktu tidurnya sangat lama. Periode tidur bisa berlangsung selama hampir sebulan. Penderita bisa bangun tiba-tiba untuk makan dan ekskresi namun akan tidur lagi. Di akhir masa tidur, lumrah terjadi insomia dalam waktu singkat.

Gejala yang dialami Echa memang menyerupai sindrom Klein Levine. Dia pernah tidur selama hampir 2 minggu, bangun untuk sekadar makan dan buang air, serta pernah mengalami insomnia ekstrem, tidak tidur selama 3 hari berturut-turut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala lain dari Kleine Levin lebih tak disadari orang sekitar. Santosh Ramdurg dalam publikasinya di Annual Indian Academy of Neurology pada 2010 menjelaskan, pendeirta Klein Levine bisa mengalami gangguan kognitif, hasrat seksual yang berlebihan, halusinasi, dan gangguan mood.

Meski kemungkinan besar merupakan Kleine Levin, tak menutup kemungkinan Echa mengalami hal berbeda. "Bisa saja ada sesuatu di otaknya. Bisa juga misalnya ada tumor otak yang letaknya di area yang mengatur tidur," jelasnya ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (25/10/2017).

Rima mengatakan, orang yang mengalami depresi juga bisa tidur lama. Namun biasanya tak selama orang yang mengalami Kleine Levin. Dengan demikian, kemungkinan yang dialami Echa adalah depresi ekstrem bisa dihapus dari daftar dugaan.

Bagaimana Memastikannya?

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X