Kompas.com - 24/10/2017, 21:07 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Kepercayaan akan hal-hal yang berbau supernatural tampaknya tidak bisa dipisahkan dari manusia.

Benjamin Radford, seorang penulis buku, detektif paranormal, dan editor majalah Skeptical Inquirer, pernah berkata bahwa ketika manusia belum mengerti mengapa matahari terbit dan tenggelam setiap hari, mereka mengira ada kereta besar yang menarik matahari ke surga.

Lalu, sebelum sains modern muncul, orang-orang yang tidak memahami bagaimana penyakit bisa menular dan kekeringan terjadi menganggapnya sebagai kutukan mistis.

Hal ini pun masih berlanjut hingga sekarang, seperti yang terjadi pada 2005 ketika seorang pengkhotbah di televisi yang bernama John Hagee menyalahkan parade gay atas terjadinya badai topan Katrina yang melanda Amerika Serikat.

Baca juga : Hantu Itu Tidak Ada, Ini Buktinya Menurut Pakar Fisika...

"Saya yakin bahwa dosa-dosa orang di New Orleans sudah membuat Tuhan murka dan kita harus menanggungnya," kata Hagee mengulanginya kembali pada tahun 2006.

Bagaimana bisa demikian?

Sebelum Anda menyalahkan fenomena ini pada kurangnya edukasi, perlu diketahui bahwa latar belakang pendidikan bukan indikator akan kepercayaan paranormal seseorang.

"Orang bergelar Ph.D sama mungkinya dengan lulusan SMA untuk percaya akan Bigfoot, monster LochNess dan hantu," kata Rod Stark, anggota dari Asosiasi Sosiolog Baylor.

Sebaliknya, sejumlah peneliti yang mempelajari topik ini justru percaya bahwa pada dasarnya, manusia ingin percaya sesuatu.

Baca juga : Pengalaman Keluar dari Tubuh Bukan Mistis, Sains Menjelaskannya

Brian Cronk, seorang psikolog dari Universitas Missouri Western State, meyakini bahwa penyebabnya berada pada otak kita.

Otak kita selalu mencoba mencari jawaban dari sesuatu yang terjadi, mencari alasan mengapa hal itu terjadi, dan di saat buntu, cenderung membuat penjelasan yang terkesan mengada-ada.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Christopher Bader dari Asosiasi Sosiolog Baylor dan rekannya, Carson Mencken. Ketika suatu hal menjadi sangat sulit untuk dipastikan, hal berbau supernatural akan menjadi yang pertama digunakan oleh manusia untuk menjelaskan sesuatu.

"Yang berubah isinya. Misalnya, saat ini sangat sedikit orang yang percaya akan adanya peri, tetapi sebagai gantinya orang percaya akan UFO," kata Bader, seperti yang dikutip oleh Live Science.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.