Kompas.com - 24/10/2017, 18:00 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

"Ketika kami menunjukkan gambar seekor laba-laba atau ular kapada bayi-bayi itu, pupil mereka bereaksi jauh lebih besar," kata Stefanie Hoehl, ahli saraf dari Max Planck Institute seperti dikutip dari Science Alert, Senin (23/10/2017).

"Dalam kondisi cahaya konstan, perubahan ukuran pupil merupakan sinyal penting untuk aktivasi sistem noradrenergic di otak, yang bertanggung jawab untuk stres," jelasnya.

Saat melihat laba-laba, rata-rata pelebaran pupil adalah 0,14 mm sementara ketika bayi melihat bunga respon pupil membesar 0,03 mm.

Sementara saat ditunjukkan gambar ular dan ikan, respon tidak terlalu signifikan jika dibandingkan saat melihat laba-laba serta ular.

Bagaimana bayi bisa tampak stress melihat ular dan laba-laba?

Meski peneliti belum bisa menjelaskan secara detail bagaimana mekanisme ini bisa terjadi namun peneliti berpendapat jika ketakutan terhadap kedua hewan ini merupakan sebuah proses panjang yang terjadi sejak nenek moyang kita.

"Kami menyimpulkan bahwa ketakutan terhadap laba-laba dan ular ini merupakan evolusi," terang Hoehl.

"Serupa dengan primata, mekanisme otak kita memungkinkan untuk mengidentifikasi objek sebagai laba-laba atau ular dan bereaksi terhadapnya dengan sangat cepat," tambahnya.

Studi ini telah dipublikasikan di Frontiers in Psychology.

Baca Juga: Langka, Laba-laba Ini Makan Kadal yang 3 Kali Lebih Besar dari Dirinya


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.