Kompas.com - 21/10/2017, 16:19 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com -- Para pecinta anjing mungkin suka bertanya dalam hati, apa yang terjadi dalam pikiran anjing saat mereka tidur? Hasilnya mengejutkan, kemungkinan anjing sedang belajar di saat terlelap.

Peneliti di Hungaria melatih 15 ekor anjing untuk duduk dan berbaring menggunakan bahasa Inggris. Mereka sengaja tidak menggunakan bahasa Hungaria, karena anjing-anjing tersebut sudah sering mendengarnya.

Setelah itu, para peneliti memasang sejumlah alat pemantau aktivitas otak di kepala anjing mereka.

Peneliti ingin mengetahui dan merekam apa yang dipikirkan anjing saat tidur. Hasilnya menarik.

Hasil electroencephalogram (EEG) tersebut memberikan data bahwa selama tiga jam tidur, otak anjing bereaksi sangat singkat. Muncul reaksinya pun secara perlahan dan berulang ulang.

Baca Juga: Bagaimana Isi Kepala Seekor Anjing? Sains Mengungkapnya

Nah, pada saat terlelap, aktivitas otak anjing meningkat. Di lima detik awal, layaknya seorang atlit berlatih kecepatan, otak anjing bereaksi sangat cepat.

Grafik di EEG menunjukan adanya gelombang ritmis. Pada manusia atau tikus, ritme tersebut berarti sedang dalam proses mengingat, belajar.

Mirip dengan manusia atau tikus, gelombang saat anjing terlelap terjadi pada siklus pendek kisaran 9-16 hertz.

Peneliti juga menemukan bukti jumlah waktu tidur lelap berhubungan dengan kualitas hasil belajar anjing.

Seperti manusia, khususnya kaum hawa, mereka lebih bisa lolos ujian karena memiliki jumlah 'terlelap' lebih banyak dari pria dalam hitungan per menit.

Perempuan lebih suka belajar bahasa asing, dibandingkan pria. Perbandingannya 30 persen perempuan dan 10 persen pria.

Penelitian tersebut akhirnya memberikan saran bahwa anjing bisa digunakan sebagai obyek untuk mengetahui lebih jauh fungsi dari tidur lelap bagi manusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Science


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.