Kompas.com - 13/10/2017, 20:06 WIB
Potongan selempang yang ditenun Annika Larsson/Uppsala UniversityPotongan selempang yang ditenun
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com –- Tulisan “Allah” dan “Ali” ditemukan pada pakaian pemakaman Viking. Kedua kata itu ditenun dengan pola Kufic geometri yang dirajut dengan benang perak di atas sutra.

Ini bukan sekadar kebetulan. Pasalnya, tulisan “Allah” dan “Ali” ditemukan pada sedikitnya 10 dari 100 pakaian sutra dalam kuburan kapal abad ke-9 dan ke-10 di sekitar Gamla, Uppsala, dan juga di ruang kuburan di situs Viking seperti di Birka, Swedia Mälardalen.

"Ini adalah penemuan yang sangat penting karena ini menunjukkan bahwa kita tidak dapat melihat periode historis ini sebagai 'khas Nordik'," kata Annika Larsson, seorang arkeolog tekstil di Universitas Uppsala, kepada The Local 12 Oktober 2017.

"Ini menunjukkan kepada kita bahwa orang Viking memiliki kontak dekat dengan budaya lain, termasuk dengan dunia Islam," imbuhnya lagi.

(Baca juga: Lama Diragukan, Prajurit Viking Ini Terbukti Perempuan)

Temuan ini terjadi ketika Larsson dan timya tengah membuat kembali pola pada pakaian penguburan untuk pameran Viking “Viking Couture” di Museum Enköping di Swedia.

Dia sempat kelimpungan memahami arti dari kedua tulisan tersebut. Namun, dia ingat pernah melihat pola serupa pada tekstil Moor dari Spanyol. Sebagai informasi, Moor merupakan orang muslim di zaman petengahan yang hidup di semenanjung Iberia yang kini berada di wilayah Spanyol dan Portugis.

Bagi tim arkeolog, menguraikan aksara “Ali” relatif lebih mudah. Sebab, tulisan “Allah” pada pakaian terbalik dan baru bisa dibaca ketika dipantulkan pada kaca.

Annika Larsson, Uppsala University Tulisan "Allah" yang bisa dibaca saat dipantulkan ke kaca

Kepada BBC 12 Oktober 2017, Amir De Martino dari Islamic College, London, berkata bahwa penjelasan yang paling mungkin adalah pola itu disalin dengan tidak benar.

(Baca juga: Kenapa Orang Islam Shalat Saat Gerhana?)

Larsson percaya bahwa bangsa Viking tidak semata menjalin hubungan perdagangan dengan dunia Muslim, tetapi juga pertukaran kebiasaan dan gagasan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.