Kompas.com - 13/10/2017, 07:06 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

MAKASSAR, KOMPAS.com -- Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dalam hal pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang dinilai bisa menghemat energi hingga 50 persen.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Batan, Djarot Wisnusubroto saat melakukan kunjungan di Kampus Fakultas Teknik Unhas, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (12/10/2017).

Menurut dia, wacana pembangunan PLTN di Indonesia bertujuan baik yang tidak serta merta untuk mengimbangi kerja-kerja PT PLN.

Dia menjelaskan, nuklir merupakan salah satu Energi Baru Terbarukan (EBT) yang bisa digunakan hingga bisa menghasilkan 5.000 megawatt aliran listrik pada 2025.

Namun setelah nuklir digaungkan, sampai saat ini belum ada tindak lanjut eksekusi dari pemerintah untuk go nuklir.

"Kita akan terus membuat masyarakat yakin akan potensi nuklir untuk energi yang membuat biaya listrik mudah dan akan menghemat pembayaran listrik 50 persen dibanding tenaga uap. Gambarannya, jika tenaga uap memakan biaya 12 sen per Kwh, nuklir bisa 6 sampai 8 sen per Kwh," jelasnya.

Djarot berkata bahwa PLTN terbilang aman untuk dimanfaatkan di Indonesia. Hanya saja, masih banyak masyarakat yang belum menerima hal tersebut. Mayoritas khawatir tentang bahaya yang bisa ditimbulkan.

"Oleh karena itu itu, Batan gencar memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya akademisi dan mahasiswa tentang pemanfaatan teknologi nuklir. Masih banyak yang salah kaprah tentang hal tersebut," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.