Lem Super untuk Luka Manusia Tercipta, Paru-paru Pun Bisa Direkatkan

Kompas.com - 09/10/2017, 17:07 WIB
Para peneliti Australia telah mengembangkan zat serupa lem super yang bisa dioleskan ke luka -bahkan luka dalam -untuk menutupnya dalam hitungan detik. ABC NewsPara peneliti Australia telah mengembangkan zat serupa lem super yang bisa dioleskan ke luka -bahkan luka dalam -untuk menutupnya dalam hitungan detik.
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Para peneliti Australia telah mengembangkan zat baru serupa superglue (lem super) yang bisa disemprotkan ke luka -bahkan luka internal (dalam) -untuk menutupnya dalam hitungan detik. Temuan ini berpotensi merevolusi pengobatan di zona perang dan di lokasi kecelakaan mobil.

Gel tersebut bekerja seperti lem kamar mandi reguler yang biasa digunakan untuk pemasangan ubin, namun terbuat dari protein elastis alami.

"Anda cukup menyemprotkannya ke tempat luka, merekatkannya dengan lembut dan semuanya selesai hanya dalam hitungan detik," kata profesor biokimia Universitas Sydney, Anthony Weiss.

(Baca juga: Terinspirasi Siput, Peneliti Ciptakan Lem Super untuk Organ Tubuh)

Universitas tersebut telah bermitra dengan Universitas Harvard dan Universitas Northeastern di AS untuk mengembangkan prototipe gel itu dan sekarang berharap bisa bergerak maju menuju tahapan uji coba terhadap manusia.

Profesor Weiss mengatakan pemanfaatan lem super ini memiliki potensi yang besar.

"Perawatan khusus ini revolusioner," sebutnya.

"Apakah itu di zona perang, lokasi kecelakaan atau bilamana diperlukan, [penemuan baru] ini merupakan sebuah kebutuhan untuk proses pembedahan yang lebih substansial dan lebih cepat, cukup hanya menyemprotkannya saja.”

"Bentuknya berupa wadah kecil mungil, cukup semprotkan saja ke tempat luka, bahkan jika itu paru-paru yang rusak ataupun pembuluh darah yang pecah atau sobek."

Para peneliti mengatakan, gel tersebut bisa menggantikan staples (jepretan) atau jahitan tradisional dan lebih mudah mengobati luka internal yang seringkali sulit dijangkau.

Mereka mengatakan, sifat elastis alami juga membuat lem super ini ideal untuk luka di jaringan yang terus-menerus mengembang dan mengendur, seperti jantung, paru-paru dan arteri.

"Gel itu tampaknya tetap stabil selama periode yang diperlukan luka untuk sembuh dalam kondisi mekanis yang rumit," kata Profesor Ali Khademhosseini dari Fakultas Kedokteran Harvard.

"Kemudian gel itu terurai tanpa tanda-tanda toksisitas. Ia memenuhi semua fungsi dari perekat bedah yang sangat serbaguna dan efisien."

Penelitian ini baru saja dipublikasikan di jurnal Science Translational Medicine dan tim tersebut sekarang sedang mencari dana untuk beralih ke tahap percobaan pada manusia.

"Ini adalah kisah sukses Australia yang nyata ... kami bisa memulainya besok jika dananya tersedia," kata Profesor Weiss.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X