Kompas.com - 05/10/2017, 07:10 WIB
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Kucing pasir (Felis margarita) merupakan spesies dalam famili Felidae yang hanya ditemukan di padang pasir. Kucing ini relatif bertubuh kecil dan gempal, dengan kaki pendek, ekor panjang, dan telinga lebar dan runcing. 

Menemukan kucing pasir di habitat alaminya—Afrika bagian utara, Timur Tengah, dan Asia bagian tengah dan barat daya—merupakan hal yang sulit. Mereka nyaris tidak pernah meninggalkan jejak kaki, tidak pernah meninggalkan sisa mangsa, dan mereka bukanlah tipikal hewan yang vokal. 

Mereka bergerak mengendap-endap saat petang, malam, dan fajar. Spesies ini juga jago bersembunyi. Apalagi, warna bulu mereka yang mirip dengan gurun pasir memberi kamuflase sempurna saat mereka ingin lenyap dari pandangan pengamat atau predator. Tapi, mereka tak melarikan diri.

(Baca juga: Benarkah Harimau Jawa Belum Punah?)

Bulan April lalu, tim peneliti dari Panthera berhasil menemukan tiga ekor anak kucing pasir di semak-semak Gurun Sahara Maroko, tak jauh dari  Mereka kemudian mengambil gambar dan video serta memasang kamera perangkap dengan harapan dapat merekam beberapa perilaku alamiah kucing tersebut. Rekaman video tersebut kemudian diunggah oleh tim peneliti ke Youtube pada 17 September lalu. 

"Kami yakin ini adalah pertama kalinya peneliti mendokumentasikan anak kucing pasir liar di wilayah alami mereka di Afrika," tulis Grégory Breton, Managing Director Panthera France dalam blog resmi Panthera.

Ia juga menjelaskan, berdasarkan pengalaman para peneliti dengan kucing pasir di pengangkaran, mereka memperkarakan bahwa ketiga anak kucing tersebut berumur enam sampai delapan minggu. Ukuran tubuh ketiganya terlalu kecil, sehingga tidak memungkinkan dipasang kalung pelacak.

Saat hendak meninggalkan anak-anak kucing tersebut, tim peneliti melihat kucing pasir betina dewasa dan akhirnya memasang kalung pelacak ke kucing tersebut. Tim peneliti menduga, kucing dewasa tersebut merupakan induk dari ketiga anak kucing yang ditemukan sebelumnya. 

"Jika kami dapat mengumpulkan rekaman video tentang kucing tersebut dan mengikutinya dalam jangka waktu lama, kami dapat mengumpulkan data mengenai siklus reproduksi alami dan penyebaran keturunan spesies ini di alam liar—semua topik yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya," tulis Breton.

Artikel ini sudah pernah tayang sebelumnya di National Geographic Indonesia dengan judul: Langka, Kucing Pasir di Gurun Sahara Maroko Terekam dalam Video

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.