Kompas.com - 04/10/2017, 17:41 WIB
Jacques Dubochet, Joachim Frank, dan Richard Henderson memenangkan penghargaan Nobel Kimia 2017. The Nobel Prize/TwitterJacques Dubochet, Joachim Frank, dan Richard Henderson memenangkan penghargaan Nobel Kimia 2017.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Jacques Dubochet dari Universitas Lausanne, Joachim Frank dari Universitas Columbia, dan Richard Henderson dari Universitas Cambridge telah memenangkan Nobel Kimia 2017 untuk hasil karya mereka dalam mengembangkan mikroskop krio-elektron.

Diumumkan pada hari ini (4/10/2017), anggota komite Nobel Goran K Hansson dari Stockholm berkata bahwa mikroskop krio-elektron membekukan biomolekul dengan sangat cepat sehingga bentuk aslinya dapat dipertahankan.

(Baca juga: Tiga Ilmuwan Menerima Nobel setelah Uraikan Ritme Biologi Makhluk Hidup)

Dengan demikian, para peneliti dapat menvisualisasikan protein dalam tingkat atom.

Melalui siaran pers, komite Nobel juga berkata bahwa metode ini menyederhanakan dan meningkatkan visualisasi biomolekul, dan membawa biokimia ke era yang baru.

Menanggapi kemenangan ini, profesor kimia fisik di Universitas Lund, Sara Snogerup Linse, berkata bahwa ketiga ilmuwan telah berjasa dalam mengembangkan metode yang dapat menvisualisasikan semua protein molekul kehidupan.

Dia mengatakan, sebentar lagi tidak akan ada yang namanya rahasia. Kita akan bisa melihat detail yang rumit dari biomolekul di setiap sudut sel kita, dalam setiap tetes cairan tubuh kita.

“Kita sedang menghadapi revolusi dalam biokimia,” imbuhnya lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorce Gamalama Idap Alzheimer, Ketahui Gejala hingga Cara Mencegahnya

Dorce Gamalama Idap Alzheimer, Ketahui Gejala hingga Cara Mencegahnya

Oh Begitu
Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Kita
Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Oh Begitu
Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Oh Begitu
Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Oh Begitu
Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Fenomena
Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Oh Begitu
Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Oh Begitu
Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.