Kompas.com - 27/09/2017, 20:05 WIB
Gambaran Uromys vika Velizar Simeonovski, The Field MuseumGambaran Uromys vika
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Spesies tikus legendaris dengan panjang setengah meter, hidup di pohon, dan bisa memecahkan kelapa dengan giginya akhirnya ditemukan. Tikus yang kini diberi nama ilmiah Uromys vika tersebut ditemukan oleh para peneliti dari Field Museum, Chicago, Amerika Serikat di Kepulauan Solomon.

Selama beberapa dekade, para penduduk lokal telah memberitahu para peneliti mengenai tikus yang mereka sebut “Vika”. Sebuah laporan yang dipublikasikan dalam International Social Science Journal pada 1995, misalnya, menyebutkan bahwa para penduduk di sebuah kepulauan Pasifik mempercayai adanya "tikus yang sangat besar dan memakan kelapa".

Dikutip dari The Independent 27 September 2017, salah satu peneliti yang ikut menemukan U vika, Dr Tyrone Lavery, mengatakan, ketika aku pertama kali bertemu dengan penduduk Pulau Vangunu di Kepulauan Solomon, mereka memberitahuku tentang sebuah tikus lokal yang disebut ‘Vika’ dan hidup di pohon.

(Baca juga: Katak Sebesar Ayam dari Enrekang Ini Buktikan Kekayaan Fauna Nusantara)

Namun, setelah mencari-cari tanpa hasil, para peneliti mulai meragukan keberadaan U vika. “Kami mulai mempertanyakan bila (Vika) memang spesies berbeda, atau para penduduk hanya menyebut tikus hitam biasa sebagai Vika.

Siapa sangka, seekor U vika ikut terjatuh dari pohon yang ditebang di Pulau Vangunu pada bulan November 2015 dan membuktikan cerita para penduduk. Tikus malang tersebut langsung mati dan para peneliti mengambil mayatnya untuk diselidiki.

Dr Lavery mengatakan, begitu aku memeriksa spesimen tersebut, aku tahu bahwa itu adalah sesuatu yang berbeda. Hanya ada delapan spesies tikus asli di Kepulauan Solomon, dan melihat bentuk tengkoraknya, aku bisa mengeliminasi beberapa.

Foto spesimen yang ditemukan para penelitiTyrone Lavery Foto spesimen yang ditemukan para peneliti

Hasil analisis DNA kemudian membuktikan bahwa spesimen yang ditemukan para peneliti adalah spesies baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Penemuan U vika juga menjadi penemuan tikus asli Solomon pertama dalam 80 tahun terakhir.

U vika termasuk golongan tikus raksasa. Ia berbobot sekitar 1 kilogram, lima kali lipat dari tikus yang umum ditemukan di Indonesia. Panjangnya dari hidung ke ekor pun mencapai 45 sentimeter.

Dr Lavery berkata bahwa mereka belum pernah melihat U vika memecah kelapa dengan gigi mereka, tetapi mereka menemukan beberapa kelepa yang menunjukkan lubang gigitan berbentuk melingkar.

(Baca juga: Spesies Kungkang Raksasa Ditemukan, Beratnya sampai 200 Kilogram)

Dikarenakan lokasinya yang berada di antara Papua Nugini dan Vanuatu, Kepulauan Solomon menjadi rumah untuk banyak spesies yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Dr Lavery menduga bahwa nenek moyang U vika kemungkinan datang ke kepulauan tersebut dengan menaiki rakit tanaman. Setelah sampai di sana, mereka kemudian berevolusi menjadi spesies baru yang unik.

Sayangnya, spesies unik yang menjadi legenda rakyat Solomon ini kini terancam akibat ulah manusia. Dr Lavery berkata bahwa habitat U vika menghilang karena dipotong oleh perusahaan-perusahaan kayu di Kepulauan Solomon.

“Ini sudah mencapai tahap di mana tikus ini tidak akan pernah kita temukan jika kita tidak menemukannya sekarang,” kata Dr Lavery.

Penemuan ini telah dipublikasikan dalam Journal of Mammalogy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS]: Dahsyatnya Letusan Gunung Tonga | Misteri Mumi Hamil | Peringatan Dini Gelombang Tinggi | Getaran Gempa Banten

[POPULER SAINS]: Dahsyatnya Letusan Gunung Tonga | Misteri Mumi Hamil | Peringatan Dini Gelombang Tinggi | Getaran Gempa Banten

Oh Begitu
Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Kita
Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Kita
Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Oh Begitu
Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.