Kompas.com - 26/09/2017, 17:06 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

Bernama Castle Bravo, ledakan itu setara dengan 15 juta ton TNT atau kira-kira 1.000 kali lebih kuat dari serangan AS ke Hiroshima yang menyebabkan sekitar 150.000 korban tewas.

Para ilmuwan meremehkan kekuatan peledak tersebut dan banyak di antara mereka yang hampir terbunuh saat gempa buatan mengguncang bunker pengamatan mereka yang berada 30 kilometer dari lokasi ledakan.

Walau pada akhirnya para ilmuwan berhasil lolos dari maut, kepulauan Marshal yang terletak 160 kilometer dari ledakan tersebut tidak beruntung. Ledakan menguapkan 200 miliar ton terumbu karang Bikini Atoll, mengubah sebagian besar menjadi partikel radioaktif yang menyebar ke seluruh dunia.

Hingga saat ini, kawah sedalam 76 meter dengan lebar 1,6 kilometer yang ditinggalkan oleh ledakan tersebut dapat dilihat dari luar angkasa. Jadi, bayangkan saja jika Korea Utara benar-benar menjalankan rencananya di Samudra Pasifik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.