Diterjang Badai Maria, Teleskop Raksasa Arecibo Rusak

Kompas.com - 25/09/2017, 21:48 WIB
Observatorium Arecibo pasca badai Maria XAVIER GARCIA, BLOOMBERG/GETTYObservatorium Arecibo pasca badai Maria
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Dengan ukuran 305 meter, teleskop radio Arecibo memang masih kalah besar dibandingkan Teleskop Sferikal Apertur lima ratus meter atau Tianyan. Namun, Arecibo adalah teleskop radio terbesar yang beroperasi, setidaknya hingga badai Maria datang.

Pada 20 September 2017, badai Maria menyapu Puerto Rico. Badai kategori empat tersebut membanjiri kota, menghancurkan jembatan dan gedung-gedung, serta meniup pulau tersebut dengan angin berkecepatan 250 kilometer per jam.

Dalam perjalanannya meninggalkan Puerto Rico, mata Maria lewat beberapa kilometer dari kota Arecibo.

(Baca juga: Terlalu Canggih, Teleskop Raksasa Pemburu Alien Kini Telantar)

Meski staf telah bersiap-siap sejak sehari sebelumnya, tetapi listrik Arecibo mati pada pukul 21.00, 19 September 2017, dan memutus kontak staf Arecibo dari dunia luar. Pada hari berikutnya pukul 8.00, telepon di dalam Arecibo pun ikut terputus. Kejadian ini berlangsung hingga 24 jam kemudian.

Untungnya, operator teleskop Angel Vazquez yang berlindung di rumah berhasil masuk ke dalam Arecibo dan berkomunikasi dengan para staf yang telah terkunci selama 36 jam melalui radio gelombang pendek.

Tidak ada staf Arecibo yang terluka akibat badai Maria, tetapi hal yang sama tidak bisa dikatakan mengenai teleskop raksasa tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima Vazquez dari Profesor Pennsylvania State University Jim Breakall, Arecibo kehilangan antena parabola berukuran 12 meter dan mengalami kerusakan substansial pada antena parabola utamanya.

Sebuah antena dengan tinggi 26 meter dan berat 4.500 kilogram yang membantu menfokuskan, menerima, dan mengirim gelombang radio juga terbelah menjadi dua dan jatuh sejauh 500 meter ke antena parabola yang ada di bawahnya sehingga menyebabkan beberapa lubang.

Padahal, antena tersebut pernah digunakan untuk mendeteksi gunung-gunung di permukaan Venus dan masih digunakan dalam studi ionosfer bumi.

Mantan ketua Observatorium Arecibo, Frank Drake, mengatakan, (antena) membantu teleskop Arecibo untuk mencapai sensitivitas terbaik dibandingkan teleskop radar lainnya di dunia. Akibatnya, teleskop tidak akan beroperasi secara sempurna hingga beberapa waktu untuk semua gelombang. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Fenomena
CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

Oh Begitu
Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Oh Begitu
9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

Oh Begitu
BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Fenomena
Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Fenomena
[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

Fenomena
NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

Fenomena
Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Oh Begitu
Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Oh Begitu
BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

Oh Begitu
BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X