Kompas.com - 25/09/2017, 16:07 WIB
Tawon jaket kuning berjenis Dominula pensylvanica Dominula pensylvanica/WikipediaTawon jaket kuning berjenis Dominula pensylvanica
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com –- Siapa yang menyangka bila peristiwa kecil bisa berakibat fatal. Seorang pria paruh baya mengalami serangan jantung setelah disengat tawon jaket kuning.

Pria yang berusia 45 tahun tersebut hendak masuk ke dalam vannya ketika tangan kirinya disengat oleh tawon jaket kuning.

Hanya dalam hitungan menit, efek sengatan itu bekerja. Rasa pusing dan gatal timbul di seluruh tubuh disertai ruam. Efek berikutnya, tangan kiri pria itu terasa pegal. Dalam beberapa jam, rasa sakitanya menjalar ke bahu dan punggung.

(Baca juga: Bak “Game of Thrones”, Begini Intrik dalam Istana Ratu Lebah)

Tak tahan dengan rasa sakit yang dialami, dia memanggil ambulan. Di tengah perjalanan menuju rumah sakit, momen naas itu muncul. Serangan jantung tiba-tiba datang. Beruntung petugas paramedik berhasil menyadarkannya.

Peristiwa tersebut dan analisisnya telah dipublikasikan di jurnal BMJ Case Report. Penulis utama laporan itu, Dr Benjamins Cross, mengatakan, laki-laki itu didiagnosis mengalami sindrom kounis atau infark miokard alergi. Reaksinya berupa alergi ekstrem disertai nyeri dada atau angina, kemudian berlanjut ke serangan jantung.

Sindrom kounis dikaitkan dengan alergi makanan, sengatan, dan obat tertentu. Dalam kasus pria tersebut, Dr Cross berkata bahwa dia memiliki kecenderungan genetik untuk mengalami berbagai penyakit alergi; meskipun tidak pernah mengalami reaksi alergi yang berlebihan sebelumnya, termasuk pada gigitan serangga.

(Baca juga: Tawon "Keji" Memangsa Inang dari Dalam dan Mengebor Kepalanya)

Namun, pria tersebut memang memiliki kesehatan jantung yang mengkhawatirkan. Selama lebih dari 30 tahun, dia menjadi perokok aktif dan menghabiskan satu bungkus per hari. Sebelum sengatan terjadi, ada penumpukan plak di arteri yang membahayakan kesehatannya.

Sengatan tawon jaket kuning kemudian membuat sel mastosit bereaksi dan menyebabkan plak di pembuluh darahnya meledak. Gumpalan plak menghalangi arteri dan mengurangi aliran darah. Efeknya, aliran darah ke jantung hilang, sel jantung mati, dan berujung pada serangan jantung.

Cross mengatakan, pria itu telah diberi stent atau ring jantung untuk memperbaiki arteri yang tersumbat.

Ahli alergi juga merekomendasikan suntikan alergi yang mengandung racun tawon yang sama. Pendekatan ini akan memicu sistem kekebalan tubuh dan mengurangi kemungkinan alergi berikutnya bila tersengat kembali. Untuk pencegahan, dia juga diberikan EpiPen berisi hormone epinefrin untuk membantu mencegah alergi ekstrem lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X