Kompas.com - 22/09/2017, 08:10 WIB
Ilustrasi satelit nanosat Finnish Meteorological InstituteIlustrasi satelit nanosat
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Sebuah studi baru mengusulkan agar sejumlah wahana antariksa dikirim ke luar angkasa untuk menyelidiki 300 asteroid. Misi ini direncanakan untuk memahami bagaimana perilaku asteroid dalam rangka menyelamatkan Bumi dari tubrukan benda-benda luar angkasa di masa depan.

Armada yang diusulkan terdiri dari 50 satelit nano yang akan digerakan oleh tenaga penggerak inovatif yang berasal dari angin matahari. Setiap wahana akan dilengkapi dengan teleskop yang bisa menggambarkan permukaan asteroid dengan resolusi 100 meter atau lebih baik.

Masing-masing wahana juga akan mengunjungi enam atau tujuh asteroid sebelum kembali ke bumi untuk mengirimkan data.

(Baca juga: Melintas Dekat Bumi, Asteroid Florence Tampakkan Kedua Bulannya)

"Asteroid sangat beragam dan hingga saat ini, kami hanya melihat sejumlah kecil dalam jarak dekat," kata Dr Pekka Janhunen, peneliti dari Institut Meteorologi Finlandia.

"Untuk bisa memahaminya lebih baik, kita perlu mempelajari lebih jauh. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan langsung mengunjunginya. Untuk mendapatkan biaya yang terjangkau, kami menggunakan wahana antariksa berukuran kecil," katanya seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (20/9/2017).

Dipresentasikan dalam Kongres Ilmu Planet Eropa 2017, wahana akan menarget asteroid yang akan diamati dari jarak sekitar 1.000 kilometer dan menggunakan inframerah untuk menentukan komposisi mineral asteroid.

Finnish Meteorological Institute Nanosat akan menarget asteroid dari jarak 1.000 kilometer

"Wahana antariksa ini bisa mengumpulkan banyak informasi mengenai asteroid yang mereka temui selama perjalanan mereka, termasuk ukuran dan bentuk keseluruhan, apakah terdapat kawah di permukaan atau debu, apakah benda primitif atau tumpukan puing-puing," jelas Janhunen.

"Termasuk juga data tentang komposisi kimia pada asteroid," imbuhnya.

Satelit nano akan digerakkan dengan layar elektronik yang memanfaatkan angin matahari, yaitu aliran partikel bermuatan listrik yang dipancarkan dari matahari. "Tenaga penggerak inovatif ini akan mengurangi biaya sebanyak beberapa ratus ribu Euro per asteroid. Namun, nilai sains yang terkumpul akan sangat besar, kata Janhunen.

(Baca juga: Tanpa Anda Sadari, Asteroid Seukuran Pesawat Nyaris Menabrak Bumi)

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Dailymail

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Delapan Tahun Terakhir Jadi Tahun Terpanas di Bumi

Delapan Tahun Terakhir Jadi Tahun Terpanas di Bumi

Fenomena
Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Fenomena
Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

Oh Begitu
Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Permukiman

Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Permukiman

Oh Begitu
Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Fenomena
China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

Fenomena
Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Oh Begitu
Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Fenomena
Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Fenomena
Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.