Mengapa Dua Jerapah Ini Kehilangan Coraknya dan Berwarna Putih?

Kompas.com - 19/09/2017, 08:04 WIB
Ibu jerapah yang terekam dalam video Hirola Conservation ProgramIbu jerapah yang terekam dalam video
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com – Dengan tubuh yang begitu tinggi dan leher yang panjang, sulit untuk tidak terkagum-kagum oleh jerapah. Apalagi ketika hewan ini berwarna putih dari kepala hingga kaki. Tentu pemandangan tersebut sangat fenomenal.

Sebuah video yang direkam oleh penjaga hutan Hirola Conservation Program (HCP) di suaka margasatwa di Kenya menampikan dua jerapah, ibu dan anak, yang mengalami leusisme pada bulan Agustus lalu.

Dipublikasikan melalui situs HCP, kedua jerapah terlihat sama sekali tidak terganggu oleh keberadaan para penjaga hutan.

(Baca juga: Ternyata, Leher Panjang Jerapah Bukan untuk Makan, tetapi…)

“Sang ibu terus berjalan kesana kemari dan memberi sinyal kepada bayinya untuk bersembunyi di belakang semak-semak, sebuah karakteristik dari kebanyakan ibu satwa di daerah liar untuk mencegah anaknya diterkam,” tulis mereka.

Berbeda dengan albinisme yang merupakan mutasi genetik sehingga tubuh tidak memproduksi pigmen, leusisme hanya menghambat sel kulit dari memproduksi pigmen dan memperbolehkan organ lainnya memproses. Alhasil, tidak seperti hewan albino yang memiliki mata berwarna merah muda, kedua jerapah ini memiliki mata yang berwarna gelap.

Meskipun langka, ini bukan kasus leusisme pertama di dunia hewan. Sebagai contoh, jerapah terakhir dengan leusisme terlihat pada awal tahun lalu di Taman Nasional Tarangire, Tanzania.

(Baca juga: Teka Teki Satu-satunya Gorila Albino Terpecahkan)

Akan tetapi, popularitas dari kedua jerapah ini membuat banyak orang khawatir. Para penonton video berkomentar bahwa menyebarkan foto dan lokasi kedua hewan tersebut membuat mereka jadi sasaran pemburu liar.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Yayasan Konservasi Jerapah melaporkan, walaupun leusisme seharusnya tidak menganggu keselamatan mereka, tetapi warna yang mencolok tersebut membuat jerapah dengan leusisme lebih mudah jadi sasaran predator.

Bahkan, lebih dari setengah jerapah dengan leusisme tidak melewati usia enam bulan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X