Kompas.com - 12/09/2017, 19:05 WIB
Badai Irma ANTARA FOTO/Courtesy NOAA National Weather Service National Hurricane Center/Handout via REUTERSBadai Irma
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Dua badai bisa jadi kebetulan, tetapi kalau tiga pasti karena perubahan iklim. Begitulah kira-kira pendapat Philip Williamson, Koordinator Sains NERC di University of East Anglia menanggapi badai Harvey, Irma, dan Jose yang terjadi dalam waktu berdekatan.

“Mungkin Harvey adalah satu kejadian, dan Irma adalah kebetulan. Namun, Jose yang mengikuti di belakangnya sudah pasti akibat perubahan iklim,” kata Williamson.

Dia melanjutkan, badai dan topan yang merusak biasanya terjadi di bagian-bagian tropis dunia ketika lautnya paling hangat. Jadi, jika dunia menjadi semakin hangat, risiko ini meningkat.

(Baca juga: Di Balik Nama-nama Badai, Kenapa Ada Harvey, Irma, dan Jose?)

Badai susulan biasanya lebih lemah karena permukaan laut seharusnya menjadi lebih dingin karena badai pertama akan membawa air dalam yang lebih dingin ke permukaan. Akan tetapi, ketika air di dalam lautan juga hangat, maka badai susulan pun akan sama merusaknya dengan yang pertama.

“Di sini kita bisa melihat tumpang tindih dari rute perjalanan Harvey, Irma, dan Jose. Tapi mereka tidak mengalami pengurangan kekuatan yang berarti, semuanya kategori 4,” ucap Williamson.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain Williamson, banyak pakar telah memberikan peringatan mereka peningkatan frekuensi dan kekuatan cuaca ekstrem, seperti badai Harvey, Irma, dan Jose.

Mereka menegaskan bahwa walaupun badai sendiri tidak sepenuhnya diakibatkan oleh perubahan iklim, dan kombinasi beberapa badai dapat terjadi, meskipun langka; tetapi perubahan iklim membuat cuaca ekstrem seperti ini menjadi semakin sering, kuat, dan merusak.

(Baca juga: Inilah Wajah Sebenarnya dari Perubahan Iklim)

Dave Reay, Professor of Carbon Management di University of Edinburgh adalah salah satunya. Dia mengatakan, naiknya permukaan laut dan atmosfer yang lebih hangat dan lembap membuat risiko banjir di seluruh dunia menjadi semakin tinggi.

Menanggapi tren ini, Jeffrey S Kargel dari Departemen Hidrologi & Ilmu Atmosfer di University of Arizona mengkhawatirkan ketidaksiapan dunia dalam menghadapinya.

Dia mengatakan, dampak dari cuaca ekstrem semakin luas dan semakin kuat karena perubahan iklim. Tidak ada satu kejadian meterologi yang dapat secara eksklusif diatribusikan kepada perubahan iklim, tetapi perubahan atmosfer akibat manusia memiliki peran besar dalam menyebabkan cuaca ekstrem yang lebih sering dan merugikan.

“Negara-negara miskin membayar dengan manusia, sementara negara-negara yang lebih kaya dan berkembang membayar dengan lebih banyak benda. Namun, akan datang saatnya di mana usaha seperti apa pun tidak akan lagi bisa melindungi manusia (dari cuaca ekstrem),” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Oh Begitu
Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.